blank
Pemkot Semarang menggelar serentak Gerakan Pangan Murah (GPM) di 16 Kecamatan se-Kota Semarang dalam rangka menjaga inflasi dan memberi akses pangan murah kepada masyarakat, Sabtu 30 Agustus 2025. foto : hp

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kota Semarang bersama Perum Bulog mendukung penuh pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), program nasional yang digelar serentak di 7.285 kecamatan seluruh Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di Kota Semarang, kegiatan dipusatkan di Kampung Lasipin RT.03/RW.04, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Semarang Timur, Sabtu 30 Agustus 2025 dan dihadiri langsung Wali Kota Semarang, perwakilan Perum Bulog, dan Forkopimda Kota Semarang.

Pada kesempatan tersebut, Walikota melakukan teleconference dengan Menteri Dalam Negeri RI serta berkomunikasi secara virtual dengan lima kecamatan perwakilan di Kota Semarang, yakni Kecamatan Genuk, Semarang Barat, Ngaliyan, Banyumanik, dan Gajahmungkur. Kegiatan ini juga dihadiri Forkopimda, anggota DPRD Kota Semarang, jajaran organisasi perangkat daerah Pemkot Semarang, pelaku usaha, dan masyarakat.

Agustina menegaskan komitmen Pemkot Semarang menjaga ketahanan pangan dan menekan laju inflasi dengan menghadirkan pangan murah yang mudah diakses masyarakat.

“Ketahanan pangan harus dijaga detik demi detik. Mekanisme pasar memang mempengaruhi harga, tapi dengan gotong royong pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, kita bisa memastikan pasokan tetap stabil,” ujarnya.

Melalui GPM, Pemkot Semarang bersama BULOG, distributor pangan, dan pelaku usaha menyalurkan 13 ton beras SPHP dengan harga terjangkau.

Selain beras, masyarakat juga dapat membeli komoditas strategis lain seperti minyak goreng, gula, telur, cabai, dan sayuran dengan harga dibawah pasaran.

Program ini diharapkan membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah potensi fluktuasi harga pangan.

Menurut Agustina, Semarang sebagai kota metropolitan memiliki tantangan dalam penyediaan pangan karena sebagian besar wilayah telah beralih fungsi menjadi kawasan industri dan permukiman.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan produksi lokal. Oleh karena itu, Pemkot memperkuat rantai distribusi dan cadangan pangan agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh bahan pokok,” jelasnya.

blank

Selain GPM, Pemkot Semarang terus menggulirkan berbagai inovasi pengendalian harga dan penyediaan pangan, seperti Gerakan Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang) dan kerja sama dengan aplikasi Lumpang Semar untuk mempermudah distribusi.

“Semua program ini bagian dari upaya kolektif untuk menghadirkan pangan yang aman, sehat, dan terjangkau,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Pemkot Semarang mengajak seluruh pihak untuk menjadikan GPM sebagai momentum memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Dengan semangat gotong royong dan inovasi, kita pastikan Semarang selalu siap menghadapi tantangan pangan di masa depan,” tegas Agustina.

Gerakan Pangan Murah juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan bergizi dan seimbang.

Pemkot Semarang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pro-rakyat yang tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warganya.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jateng, Ahmad Kholisun, mengatakan, giat GPM di Jawa Tengah ini dilakukan serentak di 386 kecamatan dengan mendistribusikan beras SPHP sebanyak 656 ton beras kemasan 5 kilogram.

“Selain beras ada juga gula pasir dan minyak goreng. Adapun beras SPHP 5 kilo dijual seharga Rp 58 ribu, jadi per kilo seharga Rp 11.600. Semoga ini bisa membantu mencukupi pasokan beras di pasaran dan mengendalikan harga beras yang harganya agak tinggi belakangan ini,” katanya.

Senada, Pimpinan Perum Bulog Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah, mengatakan, untuk pelaksanaan GPM kali ini pihaknya menyalurkan bahan pokok ke 92 kecamatan yang ada di 6 kabupaten / kota dengan menggelontorkan sekira 200 ton beras yang terbagi merata ke semua kecamatan.

“Adapun untuk kebutuhan minyak goreng kita sebar sekitar 2000 liter dan gula pasir sebanyak 2000 kilogram,” katanya di sela-selasa acara GPM di Semarang Timur.

Tak hanya itu saja, Rendy juga memastikan jika sekiranya di satu titik lokasi penjualan stoknya sudah menipis maka supplynya akan ditambah lagi. Oleh karena itu dirinya meminta toko atau penjual segera menghubungi Bulog untuk memasok lagi kebutuhan supply yang mulai menipis.

“Sekiranya di satu titik habis, kita suply tambah lagi stoknya. Kami juga ada standby mobil box jika kebutuhan penjualan mendekati habis, jikapun mendesak stoknya habis kita siapkan juga teman – teman di gudang – gudang kantor cabang Perum Bulog,” katanya.

Hery Priyono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini