blank
Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein saat membuka UMKM Expo 2025 di Gedung Sasana Adipura Kencana. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Festival UKM Expo 2025 resmi dibuka Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein di Halaman Gedung Sasana Adipura Kencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian UMKM RI Sudaryano Rahmalifman Lamangkona.

Kepala Disdagkop UKM Wonosobo, Ahmad Fathoni menyampaikan, Wonosobo Festival UKM Expo 2025 merupakan Event pameran mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan bangga berwisata di Indonesia.

Juga, memvisualisasikan berbagai produk dan layanan unggulan Pemerintah Kabupaten Wonosobo sebagai bentuk promosi potensi daerah terutama UMKM dan Ekonomi Kreatif.

Selain itu, jelas Fathoni, event yang digelar selama lima hari ini juga menjadi zona terpadu promosi potensi daerah dan wahana membangun branding Kabupaten Wonosobo dalam pemberdayaan Usaha Mikro dan Ekonomi Berbasis Kerakyatan dan keraifan lokal.

Selain itu, memperkuat hubungan kerjasama antar kabupaten dan kota, sektor swasta, komunitas seni, pelaku ekonomi kreatif, wirausahawan dan masyarakat. Meningkatkan kunjungan wisata dan peluang jejaring bisnis baru bagi UMKM dan Ekonomi Kreatif.

“Terdapat 137 stan dalam Expo UMKM tahun ini, isinya terdiri dari pelaku UMKM Wonosobo, komunitas disabilitas, perangkat daerah, Pemerintah Kota Jateng, pelaku usaha dari dalam dan luar kota serta BUMN dan BUMD,” terangnya.

Pertumbuhan Ekonomi

blank

Sementara itu, Wakil Bupati Amir Husein, menyampaikan bahwa UMKM memiliki peranan besar dalam pertumbuhan perekonomian nasional, sehingga sangat strategis jika diposisikan sebagai titik tumpu percepatan pengentasan kemiskinan maupun penyelesaian berbagai permasalahan lainnya.

UMKM menjadi tulang punggung perekonomian nasional, dimana, kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 60 persen, dan menyerap tenaga kerja sebesar 97 persen dari total penyerapan tenaga kerja nasional dan memiliki ketahanan ekonomi yang tinggi.

“Pada tahun 2024, UMKM di Wonosobo tercatat ada 32.008 unit, yang mampu menyerap sekitar 108.468 tenaga kerja, dan memberikan kontribusi sebesar Rp 2,7 rriliun terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),” ungkapnya.

Menurut Husein, berkembangnya sektor UMKM akan berdampak selaras dengan meningkatnya lapangan kerja maupun pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, yang pada muaranya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Koperasi dan UMKM di Wonosobo sepatutnya mampu beradaptasi agar tetap bertahan dan berdaya saing, baik di pasar lokal maupun global. Salah satu upaya yang tidak kalah penting adalah memastikan legalitas usaha, mutu, serta jaminan keamanan produk.

Sampai pertengahan tahun 2025, sebanyak 3.614 pelaku UMKM di Wonosobo telah menerima Self Declare Halal, 30 pelaku UMKM difasilitasi untuk memperoleh HAKI Merek, 46 pelaku UMKM telah bermitra dengan toko modern, serta terbentuk 256 koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ungkapnya.

“Data ini menunjukkan bahwa geliat UMKM di Kabupaten Wonosobo mengalami tren peningkatan, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sektor UMKM memiliki potensi besar untuk semakin dikembangkan” imbuhnya

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan mampu menjadi sarana promosi potensi daerah, sekaligus sebagai motor penggerak dalam pemberdayaan usaha mikro serta ekonomi berbasis kerakyatan dan kearifan lokal.

Sehingga mampu menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Muharno Zarka