TEMANGGUNG SUARABARU.ID: Kelompok Wanita Tani (KWT) Handayani mengadakan rutinan bulanan yang bertempat di Rumah Ibu Kirmiasih. Acara ini dihadiri oleh Anggota KWT Handayani serta mahasiswa KKN MMK Posko 10 dari UIN Walisongo Semarang. Rangkaian acara dimulai dari pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan tahlil, dan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai pengolahan ecoenzyme.
Ulil, perwakilan dari mahasiswa KKN, menjelaskan bahwa sampah sayuran yang biasa dihasilkan sehari-hari ini ternyata dapat diolah menjadi sabun cuci tangan dan cuci piring yang mempunyai nilai ekonomis. “Sampah sayuran yang kita hasilkan setiap hari ternyata bisa dimanfaatkan untuk membuat sabun dengan nilai jual tinggi,” ujar Ulil dalam pemaparannya.
Ecoenzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik yang dicampur dengan gula merah dan air. Cairan ini dapat digunakan sebagai pembersih serbaguna, pupuk cair, pestisida alami, dan juga sebagai penghilang bau.
Dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan bahwa cairan ecoenzyme dibuat dari campuran limbah organik, gula merah, dan air dengan perbandingan 3:1:10.
Proses pembuatannya dimulai dengan melarutkan gula merah ke dalam air sesuai perbandingan kemudian menambahkan limbah organik ke dalam larutan tersebut. Wadah fermentasi ditutup rapat dan harus dibuka setiap satu hari sekali supaya gas tidak terkumpul di dalam galon. Proses fermentasi ditunggu sampai tiga bulan untuk hasil yang maksimal.
Selain pembuatan ecoenzyme, peserta juga dikenalkan dengan proses pembuatan sabun ecoenzyme. Proses ini memerlukan bebrapa bahan tambahan seperti mess, texapon, garam, ABS, EDTA, aquades, ecoenzyme murni, dan bibit parfum. Proses pembuatannya ditunggu sekitar 3 jam supaya cairannya menjadi bening. Sabun yang dihasilkan ini, hanya dapat digunakan untuk mencuci tangan dan mencuci piring.
“Mas, sabunnya bisa buat sabun cuci muka biar glowing nggak?” tanya salah satu ibu anggota KWT Handayani. Pertanyaan tersebut membuat semua peserta yang hadir tertawa, lalu dijawab langsung oleh Ulil, “Sabun ecoenzyme ini tidak bisa untuk cuci muka, hanya bisa digunakan sebagai sabun cuci tangan dan sabun cuci piring”.
Setelah sesi tanya jawab berakhir, mahasiswa KKN membagikan sabun ecoenzyme yang dibawa sebagai sample kepada beberapa anggota KWT Handayani yang hadir. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi kegiatan.













