blank
Peresmian dua rumah ibadah baru di Lapas Semarang. . Foto: Lapas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Bertepatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso meresmikan Gereja Oikumene Immanuel dan Vihara Cetiya Panca Balam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang.

Dalam peresmian tersebut Kakanwil Ditjenpas Jateng didampingi Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi bersama jajaran pejabat struktural.

Hadir juga perwakilan Tim Pelayanan Gereja dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Walubi yang memberikan dukungan penuh terhadap momen penting ini.

Mardi Santoso menegaskan, keberadaan sarana ibadah di lingkungan Lapas bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan bagian penting dari proses pembinaan mental dan spiritual warga binaan.

“Warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga berhak mendapatkan kesempatan untuk bertumbuh secara spiritual dan moral. Dengan adanya gereja dan vihara ini, diharapkan mereka semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperbaiki diri, dan menyiapkan kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Mardi Santoso, Senin (18/8/2025).

Ia menekankan, pembangunan rumah ibadah ini merupakan wujud pemenuhan hak asasi manusia serta bagian dari upaya pembinaan kepribadian yang berkelanjutan.

“Semoga gereja dan vihara ini dapat membawa keberkahan, kedamaian, sekaligus menjadi jalan bagi peningkatan iman, moral, dan keteguhan hati seluruh warga binaan,” tambahnya.

Sementara itu Kalapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi menyampaikan, keberadaan dua rumah ibadah ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Lapas yang humanis dan ramah bagi semua pemeluk agama.