
Menurut Hendro, sesuai tagline Jawa Tengah “Jaksa Guyub”, yang perlu digetok tularkan seorang pemimpin, seorang leader adalah harus menjadi contoh.
“Pada usia 80 tahun ini, musuh utama kita tetap tindak pidana korupsi. Arah kebijakan kejaksaan tidak hanya menangani perkara kerugian keuangan negara, tetapi menerapkan pembuktian unsur merugikan perekonomian negara. Artinya, tindak pidana korupsi itu merusak sistem perekonomian. Jadi penindakan yang dilakukan harus menyasar untuk perbaikan sistem perekonomian yang ada,” ungkap Hendro.
Sementara itu Aspidsus Lukas menyampaikan, menjadi petugas upacara dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI bukan sekadar tugas seremonial. “Jika kita bisa berdiri rapi untuk Sang Merah Putih, maka kita juga wajib berdiri tegak dalam menegakkan hukum,” tandas Lukas.
Lukas mengaku lumayan gugup saat harus memimpin seluruh peserta upacara. “Jadi komandan upacara ini adalah perintah Pak Kajati, setelah 25 tahun tak menjadi komandan upacara, jadi ada perasaan gugup,” sebutnya.
“Tapi sebagai senior kita harus bisa mengayomi, menjiwai jiwa nasionalisme dan rasa kemerdekaan,” tambahnya.
Untuk persiapan upacara sendiri Lukas mengaku telah mempersiapkannya selama satu minggu.
Ning S













