JEPARA (SUARABARU.ID) – Ratusan peserta dari berbagai kota di Jawa Tengah memadati Pondok Pesantren Darut Taqrib, Jepara, untuk mengikuti peringatan Arbain Imam Husain yang digelar pada Rabu (14/8/2025). Acara ini diisi dengan long march menuju Gedung Wanita Jepara, majelis doa, ceramah keagamaan, serta aksi kemanusiaan seperti donor darah.
Peringatan dimulai pada pukul 12.15 WIB dengan keberangkatan rombongan karavan Arbain. Mereka berjalan kaki dari halaman pesantren sambil menyerukan “Ya Aba Abdillah Husain!” dan “Merdeka Palestina!”, sebagai simbol cinta, kesetiaan, dan perlawanan terhadap kezaliman.
Setibanya di gedung utama Gedung Wanita Jepara, para peserta disambut suasana khidmat. Latar hitam dengan kaligrafi merah bertuliskan “Assalamualaika ya Husain” menghiasi ruangan, sementara empat bendera Indonesia, Palestina, panji Imam Husain, dan Ahlulbait Indonesia, berdiri berdampingan sebagai simbol perjuangan dan persatuan.
Suasana di luar ruangan pun tertata dengan baik. Pos jamuan) menyajikan teh, kopi, dan nasi kebuli bagi tamu yang datang. Layanan donor darah dari PMI juga tersedia, memberikan kesempatan bagi peserta untuk berkontribusi secara nyata dalam aksi kemanusiaan.
Sekitar pukul 13.45 WIB, rombongan long march tiba dan diarahkan memasuki ruang majelis. Acara dilanjutkan dengan ceramah utama oleh Al-Ustadz al-Habib Abdullah Assegaf.
Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa peringatan Arbain bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan bentuk keteguhan cinta kepada Allah, Rasulullah, dan Ahlul Bait. Menurutnya, cinta kepada Imam Husain adalah kekuatan spiritual yang menggerakkan manusia untuk berbuat kebaikan dan melawan ketidakadilan.
“Imam Husain adalah simbol perlawanan terhadap kezaliman. kata Ustadz Abdullah Assegaf.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kemerdekaan Indonesia dari ancaman perpecahan dan bahwa komunitas yang dibangun di Indonesia harus berdiri sebagai penjaga persatuan bangsa.
Menutup ceramah, beliau menyoroti kepemimpinan Sayid Ali Khamenei Iran yang tetap konsisten mendukung Palestina meski menghadapi tekanan global. “Semangat Imam Husain terus mengalir dari Karbala hingga hari ini,” ujarnya.
Acara ditutup menjelang senja, dengan peserta tetap larut dalam suasana reflektif dan khidmat. Peringatan Arbain ini bukan hanya mengenang tragedi Karbala, tapi juga menjadi momen untuk menyalakan kembali semangat cinta, keteguhan, dan perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan.
Hadepe – Cak Muh













