blank
Peserta kegiatan penataran pelatih dan refreshing wasit/hakim tinju, secara serius memperhatikan masukan sekaligus praktik dari para narasumber. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Wasit yang juga hakim tinju Nasional, Agung Syamsul Hadi mengatakan, potensi petinju cedera bukan semata-semata karena program latihan yang salah. Tetapi juga kemampuan wasit di atas ring.

Pernyataan itu seperti yang disampaikannya, dalam simulasi pertandingan tinju sebagai materi praktik Penataran Pelatih dan Refreshing Wasit/Hakim Tinju Pertina Jawa Tengah 2025, yang digelar di Gedung Tinju Center Jatidiri, Semarang, akhir pekan lalu.

”Wasit harus jeli di atas ring, untuk menjaga keselamatan petinju. Cek, apakah head guard (pelindung kepala) berfungsi dengan baik. Pahami benar kapan harus menghitung, dan menghentikan pertandingan,” kata mantan Ketua Wasit/Hakim PP Pertina itu.

BACA JUGA: Gelar Rakor Forkopimda Soal Pati, Ahmad Luthfi Minta Hormati Proses Angket DPRD

Dalam sesi simulasi, Agung didampingi sejumlah wasit/hakim senior dari Jateng, seperti Hunadi Handojo, Mulyadi dan Waluyo. Selain itu, ada juga Parlindungan Manik, Muhar Sutan dan Agus Triyono, yang banyak memberikan materi dasar-dasar melatih, serta Danang Adhi Kusuma yang mengajarkan teknik penilaian komputer pertandingan.

Kegiatan praktik ini dimonitor langsung Ketua Harian Pengprov Pertina Sudarsono, dan Sekum Ade Oesman. Selama kegiatan praktik, peserta yang terdiri dari 35 pelatih dan 15 wasit/hakim itu, banyak menyerap pelajaran berharga dari wasit/hakim terbaik Nasional tahun 2003 itu.

Dalam kegiatan praktik itu, diatur bagaimana tata cara naik ring, mengecek sarung tinju, memberikan hormat, mempertemukan petinju, hingga kapan harus memberi aba-aba Box, Break dan Stop.

BACA JUGA: Usai Tahan 3 Tersangka Kasus Pengadaan Kakao Fiktif, Aspidsus Sebut Tak Menutup Kemungkinan Bakal Ada Tersangka Lain

Narasumber juga mengevaluasi kemampuan peserta saat bertugas menilai hasil pertandingan, dengan sistim komputer. Saat simulasi yang diperagakan para petinju PPLOP Jateng itu, tim narasumber sengaja membuat latihan untuk menguji kejelian wasit dalam memahami peraturan pertandingan.

”Wasit/hakim yang baru, saya sarankan sering berlatih dan berproses di sasana. Semua keberhasilan tidak dilalui secara instan. Harus terus belajar,” beber wasit/hakim yang pernah bertugas di SEA Games dan Piala Raja Thailand itu.

Agung sendiri menyampaikan apresiasi kepada Pertina Jateng, yang menggelar penataran dan refreshing wasit/hakim ini. Dia juga memuji keberadaan Gedung Tinju Center dengan fasilitas yang lengkap, bahkan boleh dibilang terbaik di Tanah Air. Menurutnya, ini jadi modal besar untuk mencetak petinju andal.

BACA JUGA: Bupati Targetkan Kenaikan Status Kabupaten ke Sehat Swastisaba Wistara

Salah satu peserta, Boas Sandhi menyampaikan rasa senangnya bisa mengikuti kegiatan penataran pelatih ini. Guru olahraga SMP Tri Tunggal Semarang itu menilai, pelajaran yang didapat adalah kemampuan untuk mengontrol emosi dan tidak boleh panik.

”Saya menyarankan, agar Pertina bisa membuat video tutorial aturan pertandingan, yang bisa dibawa pulang peserta. Biasanya setelah ikut penataran, karena kesibukan hidup jadi lupa,” harap dia.

Sementara itu, Ketua Harian Pertina Sudarsono, yang menutup kegiatan menyampaikan apresiasi atas partisipasi peserta pada acara ini. Dia sangat berharap, semua materi yang diberikan narasumber bisa bermanfaat sebagai bekal bagi para peserta.

Riyan