
Menurutnya, penghentian program ini tidak akan memengaruhi perolehan pajak restoran. Justru, langkah ini diambil agar anggaran daerah lebih efisien.
“Program ini hanya berjalan satu tahun. Setelah dievaluasi tidak efektif, ya kita cari inovasi lain yang lebih tepat sasaran,” imbuh Susi Widyorini.
Ke depan, kata dia, Pemkab Blora berencana menekan biaya pelaksanaan program tanpa mengurangi potensi pendapatan.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah menambah pemasangan tapping box di restoran. Perangkat ini akan dibiayai Bank Jateng dengan skema per ruas jalan, sehingga tidak membebani APBD.
“Kalau bisa kita tidak keluar biaya besar, tapi dampaknya terasa pada pendapatan,” ujar Plt Kepala BPPKAD Blora.
Sebagai catatan, program Ambyar Pak To pada 2024 menyiapkan total hadiah senilai Rp100 juta, dengan hadiah utama sepeda listrik, disusul smartphone, logam mulia, dan tabungan.
Kudnadi Saputro













