JEPARA (SUARABARU.ID) – Teater Jaten, Batang yang mengusung cerita Leng telah menggelar pentas di Gedung Dewan Kesenian Daerah Jepara Sabtu 9 Agustus 2025 malam. Ini merupakan bagian dari roadshownya yang bertajuk Ngiteri Telung Panggon, sekaligus pentas produksi menuju 10 tahun Teater Jaten Batang.
Membawa kru sebanyak 45 orang Teater Jaten Batang melakukan pertunjukan terakhirnya di Jepara setelah sebelumnya pentas di Sanggar Pakerti Batang, 26 Juli 2025 dan Taman Budaya Tegal, 2 Agustus 2025
Menampilkan naskah karya Bambang Wiyoso Sp. yang berbahasa Jawa dengan latar belakang kisah Makam Leluhur dan industri disekelilingnya. Pertunjukan yang dimulai pukul 19.30 dan berakhir pukul 22.30 dipadati oleh penonton.

Setelah pertunjukan usai diadakan diskusi dan tanya jawab. “Saya menonton karena kerinduan saya terhadap pertunjukan teater”, ucap Eswal, musisi dan sutradara teater ternama di Jepara. ”
Meskipun naskah dibuat di tahun 1980 an tetapi cukup menarik karena masih relevan di jaman sekarang “, ujar Den Hasan Seniman serba bisa Jepara.
” Saya ingin belajar teater. Untuk itu saya datang “, ujar Nur Qomar sastrawan Jepara yang karyanya berhasil menembus Asia.
“Pertunjukan sangat keren dan para aktor yang bermain dengan luar biasa. Apresiasi yang setinggi tingginya kepada pemain dan sutradara”, ujar Ratu Andayani.

Sementara Alhmad Syaiful Muluq pendiri teater Jaten yang juga menjadi actor utama di pementasan kali ini mengungkapkan bahwa nama Jaten berasal dari pohon Jati dimana pohon ini banyak sekali tumbuh di kota Batang. “Banyak nilai yang bkisa kami pelajari dari diskusi bersama rekan – rekan seniman Jepara,” ujarnya
Menurut Syaiful, setiap titik pentas memiliki energi positif yang berbeda yang kami bisa serap sebagai motivasi yang sangat bernilai untuk sebuah karya.
Nur Ayak Rozaq sutradara pementasan kali ini menyampaikan kebahagiaan dapat tampil di Jepara dan mendapatkan apresiasi dari pegiat seni di Jepara
Maseko BS sutradara sekaligus penulis naskah di Teater Lentera mengungkapkan ia senang sekali, karena baru kali ini —pasca covid 19— ada pementasan teater di gedung kesenian Jepara. Dan berharap pementasan kali ini dapat memberi stimulus pada teman teman pelaku teater di jepara untuk produktif, berkreasi dan memanfaatkan gedung kesenian sebagai tempat berproses kreatif. Karena selama ini, gedung kesenian tidak di manfaatkan secara optimal oleh teman teman teater di Jepara.
Ratu Andayani













