JEPARA (SUARABARU.ID) – Kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Abdul Mu’ti dalam penerapan deep learning (pembelajaran mendalam), direspons positif oleh para guru di Jepara. Di antaranya, anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Merpati Daerah Binaan (Dabin) I Kecamatan Jepara. Pertemuan rutin KKG pada Sabtu (11/8/2025) di SDN 9 Panggang, dimanfaatkan untuk menggelar diseminasi implementasi pembelajaran mendalam.
“Alhamdulillah teman-teman guru bersemangat mengikuti materi. Semua pemangku kepentingan mendukung. Ini menunjukkan komitmen kuat dari seluruh pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah dabin kami,” kata Ketua II KKG Gugus Merpati Aris Sulaiman, S.PD.
Aris Sulaiman bersama Sekretaris II KKG Gugus Merpati Chrisnanti Ayu Apriliawati, S.Pd.SD mengatakan, kegiatan itu diikuti 85 guru dari 11 sekolah yang berada di wilayah kerja komunitas belajar tersebut. Materi workshop disampaikan oleh Ketua Forum KKG Kabupaten Jepara Agus Triyono, M.Pd., dan guru SDN 1Wonorejo Novrika Mualvira Sandry, S.Pd.
“Narasumber membekali para guru dengan wawasan serta praktik baru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih berfokus pada pemahaman siswa,” kata Aris Sulaiman.

Selain anggota KKG, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan kepala sekolah, termasuk tuan rumah Kepala SDN 9 Panggang Nur Indah Rahmawati, S.Pd.SD.
Koordinator Satuan Koordinasi Pendidikan (Satkordik) Kecamatan Jepara H. Bani, S.Pd., M.Pd., saat membuka kegiatan tersebut berpesan agar para guru selalu meningkatkan kompetensinya. “Termasuk untuk memastikan agar peserta didik dapat mencerminkan delapan profil lulusan,” kata Bani.
Kedelapan profil itu meliputi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewarganegaraan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Ketua Dabin I Anif Asma’udin, S.Pd.SD dalam sambutannya berharap, agar para guru selalu mengikuti kegiatan KKG sesuai jadwal yang telah ditentukan. Menurutnya, KKG sangat penting untuk meningkatkan kompetensi guru.

Sementara itu, saat menyampaikan materi berjudul Perencanaan Pembelajaran Mendalam, narasumber Novrika Mualvira Sandry menyebut, inti pembelajaran mendalam adalah 8334.
“Meliputi 8 profil lulusan, 3 prinsip pembelajaran, 3 pengalaman belajar, dan 4 kerangka pembelajaran. Pendekatan ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata,” tandasnya.
Hadepe













