blank
Bupati Setyo Sukarno (deret belakang keenam dari kiri) foto bersama dengan 10 camat penerima Bendera Merah Putih untuk mengawali road show memeriahkan genap 10 windu atau HUT Ke-80 Kemerdekaan RI.(Dok.Prokopim Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, menegaskan, Bendera Merah Putih sebagai identitas, simbol dan alat pemersatu Bangsa Indonesia. Para Camat, diinstruksikan untuk dapat memastikan Bendera Merah Putih terpasang di semua rumah warga dan di berbagai tempat publik.

Pengibaran Bendera Merah Putih satu tiang, diinstruksikan dapat dilakukan selama Bulan Agustus. Ini berkaitan erat dengan Agustus sebagai Bulan Mereka bagi Bangsa Indonesia. Utamanya dalam memperingati genap 10 windu atau HUT Ke-80 Kemerdekaan Indonesia.

Bagian Pokopim Pemkab Wonogiri mengabarkan, instruksi Bupati itu disampaikan dalam acara di Pendapa Kabupaten Wonogiri, yang ditandai dengan penyerahan Bendera Merah Putih lengkap dengan tiang pancangnya kepada 10 camat di Kabupaten Wonogiri.

Acara ini dirangkai dengan event akademi Ahlinya Buat Citarasa (ABC) Roadshow 2025. Dimeriahkan dengan lomba memasak nasi goreng, kreasi masakan pedas dan lomba cipta yel-yel. Bupati Wonogiri Setyo Sukarno turut hadir dan juga mengikuti fun game uleg sambal bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Wonogiri, masing-masing didampingi istri.

Berbagai lomba yang dilaksanakan kiranya dapat mempererat kebersamaan, membangun sinergitas yang dibutuhkan untuk terus melangkah, bersama membangun negara. ”Kita rayakan kemerdekaan negara kita dengan gembira dalam kebersamaan yang berkelanjutan,” ujar Bupati Setyo Sukarno.

Kepada semua elemen masyarakat, diajak untuk menyambut momentum peringatan kemerdekaan ini dengan penuh semangat. Sementara Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Wonogiri Ny Sri Rahayuningsih Setyo Sukarno, menyatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam ikut serta meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan.

“Serta menginspirasi ibu-ibu, melalui bidang pengolahan pangan, yaitu kreatif dalam penyajian hidangan yang sehat, lezat dan variatif bagi keluarga. Sekaligus diharapkan dapat membuka peluang usaha untuk meningkatan pendapatan keluarga,” tandas Ny Sri Rahayuningsih Setyp Sukarno.(Bambang Pur)