
“Alhamdulillah, sekarang saya bisa membantu ekonomi keluarga sekaligus memastikan anak-anak di sini dapat makanan sehat. Saya berharap program ini terus berlanjut,” ujarnya dengan senyum mengembang.
Mengerakkan Perekonomian
Program MBG di Blora dirancang dengan pendekatan holistik. Setiap SPPG melibatkan minimal 47 relawan dari warga sekitar, mulai dari juru masak, tenaga pengemasan, hingga distribusi. Dengan target 50 SPPG aktif, program ini diproyeksikan menyerap 2.350 tenaga kerja lokal—sebuah angin segar bagi pengurangan pengangguran di Blora.
Sri Wahyuni, Koordinator MBG Kabupaten Blora, menegaskan bahwa antusiasme masyarakat luar biasa.
“MBG bukan sekadar program makan gratis. Ini adalah gerakan gotong royong yang melibatkan langsung warga dalam prosesnya. Setiap hari, ribuan porsi makanan disiapkan oleh tangan-tangan mereka sendiri,” jelasnya.
Menurut Sri, sinergi antara pemerintah, mitra pelaksana, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan MBG Blora. “Kami melihat dua manfaat besar: anak-anak tumbuh sehat dan keluarga-keluarga yang dulu kesulitan ekonomi kini punya penghasilan,” tambahnya.
Blora Jadi Contoh Nasional
Dengan capaian yang terus meningkat, MBG Blora berpotensi menjadi model percontohan nasional. Program ini membuktikan bahwa kebijakan publik bisa menyentuh langsung kehidupan warga, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga ekonomi.
“Tujuan kami sederhana: tidak ada anak di Blora yang belajar dengan perut kosong. Tapi lebih dari itu, kami ingin mengangkat derajat ekonomi keluarga,” tegas Sri Wahyuni.
Di tengah tantangan ekonomi global, MBG Blora menjadi cahaya harapan—bukti bahwa dengan kebijakan yang tepat dan pelibatan masyarakat, masalah gizi dan pengangguran bisa diatasi bersama.
Ely













