SEMARANG SUARABARU.ID Organisasi sayap Golkar Pengajian Al Hidayah Provinsi Jawa Tengah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-IX di Hotel Grasia Kota Semarang,. Musda kali ini bertemakan Revitalisasi Peran Pengajian Al Hidayah di Berbagai Bidang demi Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, yang membuka acara tersebut menyatakan Musda ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan bangsa.
Karena itu, Mohammad Saleh yang juga Wakil Ketua DPRD Jateng tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara kegiatan dakwah dan sosial keagamaan dengan program-program partai. Hal tersebut diyakini akan menjadi kekuatan besar yang membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Musda Pengajian Al Hidayah Golkar Jateng ini adalah bentuk nyata sinergi antara dakwah dan kegiatan sosial dengan perjuangan politik Golkar. Jika kita satukan gerakan ini secara konsisten, saya yakin hasilnya akan dahsyat pada waktunya,” ujar Mohammad Saleh.
Sesuai misi pengajian Al Hidayah untuk perempuan Indonesia, Musda ini juga memperkuat komitmen organisasi dalam memberdayakan perempuan. Mengingat organisasi ini memiliki lima misi utama. Yakni meningkatkan kualitas sumber daya perempuan Indonesia dalam bidang keagamaan, pendidikan, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Menggerakkan seluruh potensi perempuan Indonesia untuk berperan aktif dalam pembangunan.
Selain itu juga mendorong sistem kehidupan yang menjamin hak-hak asasi perempuan dan keluarga, meningkatkan pemberdayaan perempuan di berbagai sektor, serta mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Dengan misi tersebut, Pengajian Al Hidayah komit untuk terus mendampingi kaum perempuan dalam memperjuangkan hak dan meningkatkan kapasitas mereka di berbagai bidang.
Lebih lanjut Mohammad Saleh mengajak seluruh peserta Musda dan pengajian untuk bersama-sama bangkit, bersatu, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
“Perempuan adalah pilar penting dalam keluarga, masyarakat, bahkan dalam pembangunan nasional. Melalui wadah seperti Al Hidayah, kita bisa memperkuat peran itu dan menjadikan perempuan sebagai kekuatan perubahan,” tegas Mohammad Saleh.
Sebagai informasi, Pengajian Al Hidayah merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang berdiri pada 5 Oktober 1979 di Jakarta. Organisasi ini berlandaskan pada aqidah Islam, berasaskan Pancasila dan UUD 1945 beserta amandemennya.
Pengajian Al-Hidayah bersifat sosial, keagamaan, dan berorientasi pada kesetaraan serta kesejahteraan perempuan. Anggotanya terdiri atas kaum perempuan Indonesia yang beragama Islam. Kedaulatan organisasi berada di tangan anggota dan ditetapkan melalui Muktamar yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali.
Melalui kegiatan Musda dan Pengajian ini, DPD Golkar Jawa Tengah menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antara kekuatan politik dan sosial. Ini juga menjadi bukti bahwa Partai Golkar siap mendorong kemajuan perempuan sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan, DPD Partai Golkar Jawa Tengah dan Pengajian Al Hidayah sepakat untuk terus memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan, keadilan gender, serta kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan spiritual dan sosial yang menyeluruh.
Berkah













