WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Sekolah negeri milik pemerintah yang minim siswa, atau jumlah muridnya kurang dari 30 anak, diwacanakan akan di-regrouping. Yakni dilakukan pengelompokan ulang, dengan cara dilakukan penggabungan dengan sekolah terdekat.
Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, wacana regrouping tersebut dikedepankan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, saat menyampaikan sambutan pada acara Penguatan Kapasitas Pengurus ( PKP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Acara ini digelar di Gedung Pertemuan PGRI Kabupaten Wonogiri yang berlokasi di Brumbung, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.
Dari penerimaan murid pada tahun ajaran baru, banyak sekolah negeri yang kekurangan siswa. Sementara itu, minimnya dana di APBD, menjadikan Pemkab Wonogiri tidak mampu untuk memelihara seluruh sarana publik. Karena itu, demi efisiensi, dilontarkan ide untuk melakukan penggabungan sekolah yang jumlah muridnya sedikit, melalui mekanisme regrouping.
Sementara itu, kepada para guru yang tergabung dalam wadah PGRI Kabupaten Wonogiri, diminta dapat lebih profesional, efektif dan adaptif dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan. Yakni pada dunia pendidikan yang mengalami pasang surut seiring berbagai perubahan yang ada.
Digugu Ditiru
Tahun ini, PGRI berusia 80 tahun, usia yang sama dengan usia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Artinya, tandas Bupati, PGRI dan juga para guru benar-benar mengiringi setiap proses dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Satu catatan perjalanan sejarah, dimana para guru senantiasa mengiringi perjuangan dalam membangun bangsa.
Hal ini hendaknya menjadi bahan perenungan bagi guru, untuk bagaimana menempatkan peran dan fungsinya sebagai Guru Bangsa. Juga menjadi sosok teladan sebagai figur yang bisa diGUgu dan ditiRU. Yakni sosok yang mampu jadi panutan untuk dipatuhi dan ditiru.
Pada bagian lain sambutannya, Bupati juga mengungkapkan persoalan mengenai jumlah guru yang berkurang, ini seiring dengan banyaknya guru yang memasuki masa purna tugas. Ini menjadi bahan pemikiran untuk kemudian perlu dicarikan solusi terbaik. Agar masyarakat tetap mendapatkan layanan pendidikan terbaik.
Bupati menyatakan, akan melakukan penataan guru. Utamanya bagi guru yang mengajar di sekolah yang jauh dari tempat tinggalnya. Ini akan ditata ulang, untuk didekatkan dengan rumahnya. ”Agar lebih dekat dengan tempat tinggalnya, supaya guru nyaman bekerja, harmonis dengan keluarga. Sehingga dapat menjalankan tugasnya sebagai pendidik dengan baik,” tandas Bupati Setyo Sukarno.(Bambang Pur)













