SEMARANG (SUARABARU.ID)- Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Bona Ventura Sulistiana, menyatakan siap membantu pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri, yang dijadwalkan digelar di Kudus, 11-26 Oktober mendatang.
Event ini akan mempertandingkan 10 cabang olahraga beladiri, taekwondo, gulat, judo, wushu, karate, pencak silat, sambo, jujitsu, kempo dan tarung derajat.
”Kami bersama jajaran pengurus KONI Jateng, siap membantu pelaksanaan PON Beladiri, agar lancar dan sukses,” kata Bona, di sela-sela memantau pertemuan 10 cabang olahraga beladiri, di Kantor KONI Jateng, Selasa (29/7/2025) malam.
BACA JUGA: Universitas Semarang dan Kementerian Transmigrasi RI Jalin Kerja Sama
Seperti diketahui, KONI Pusat bekerja sama dengan Djarum Foundation, sudah sepakat untuk menggelar PON Beladiri di Djarum Arena 2-3 Kudus. Para peserta merupakan perwakilan 38 KONI se-Indonesia, seperti halnya PON regular. Tema dari event ini yakni, ‘Bakti Untuk Negeri Melalui PON Beladiri’.
Sebagai langkah awal, digelar rapat koordinasi 10 cabang olahraga, yang dihadiri Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno, dan Deputy Director Djarum Foundation Ryan Gozali. Hadir juga pengurus KONI Kabupaten Kudus, Pengprov, Pengkab/Pengkot cabang olahraga peserta PON.
”Dalam rapat koordinasi itu, di antaranya dilakukan pembentukan panitia pelaksana pertandingan atau technical delegate. Rapat berlangsung hingga pukul 01.00 WIB, Rabu (30/7/2025),” terang Bona lagi.
BACA JUGA: Menerima Kenang-kenangan Tokoh Wayang Werkudara
Sementara itu, Suwarno menjelaskan, ide awal digelarnya PON Beladiri itu, untuk menjadikan PON empat tahunan (NTB-NTT 2028 dan seterusnya), sebagai arena yang fokus mempertandingkan cabang-cabang olahraga olimpiade.
”Maka muncullah ide PON Beladiri, PON Perairan dan PON Indoor. Dan yang pertama digelar adalah PON Beladiri,” tutur dia.
Lebih lanjut, mantan Danrem Yogyakarta itu menyatakan, keanggotaan KONI saat ini ada 78 cabang olahraga. Dari sejumlah itu, olimpiade menjadi sasaran utama pembinaan prestasi Indonesia. Karena itu, PON juga memrioritaskan cabang olimpic dan cabang berprestasi di Asian Games dan SEA Games. Sisanya digelar sesuai dengan jenis cabang olahraganya.
BACA JUGA: Salaman, Klangenan dan Jogo Ati, Jadi Program Andalan Kemenag Kota Semarang
Cabang olimpic meliputi taekwondo, judo dan gulat. Kemudian yang berprestasi pada Asian Games dan SEA Games, wushu, karate, dan pencak silat.
”Cabang beladiri pun ada 18 yang anggota KONI. Namun kesepakatan kami dengan Djarum Foundation, baru bisa digelar 10 saja. Sisanya akan digelar pada 2026 mendatang,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Ryan Gozali menyebut, pihaknya merasa berkewajiban untuk ikut membangun prestasi olahraga Indonesia. ”Jika selama ini Djarum identik dengan bulu tangkis, maka kini turut mengembangkan prestasi Nasional di cabang olahraga lainnya,” imbuhnya.
BACA JUGA: Bib Bidin dan Taj Yasin Akan Meriahkan Unissula Bersholawat
Dalam pertandingan, beladiri juga memiliki kualifikasi yakni kelas-kelas yang disesuaikan dengan berat badan. Dengan demikian, orang Indonesia yang rata-rata bertubuh kecil, bisa tetap berpartisipasi bahkan berprestasi sesuai kelasnya.
Sayangnya, lanjut Ryan, selama ini porsi pemberitaan beladiri dirasa masih kurang. Karena itulah, Djarum Foundation ikut mendorong publikasi yang lebih gencar.
”Di samping prestasi di lapangan, penyelenggaraan PON Beladiri di Kudus, juga akan menggairahkan perekonomian setempat. Mulai dari tingkat hunian hotel, kuliner, UMKM bahkan pariwisata. Di sinilah, konsep sport tourism terwujud,” tukasnya.
Riyan













