blank
Warga di Jalan Perkutut III Lingkungan Cubluk RT 1/RW 4, Kelurahan Giritirto, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, membuat umbul-umbul bernilai seni yang mengadopsi rancang bangun seperti Penjor di Pulau Dewata.(SB/Bambang Pur)

WONOGIRI (SUARABARU,ID) – Warga yang tinggal di ruas Jalan Perkutut-III Lingkungan Cubluk RT 1/RW 4, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, membuat umbul-umbul bernuasa Merah Putih. Ini dihadirkan dalam karya seni yang menarik, dengan mengadopsi rancang bangun seperti Penjor God Island di Pulau Bali atau Pulau Dewata.

Masyarakat secara serentak, diseru untuk memasang umbul-umbul, lampu hias dan beragam spanduk, poster, baliho, banner MMT atau hiasan bersifat dekoratif. Juga melakukan pengibaran Bendera Merah Putih selama sebulan. Terhitung mulai Jumat (1/8/25) sampai dengan Minggu (31/8/25) mendatang.

Seruan kegiatan yang bersifat massal untuk dilakukan semua warga ini, dilakukan dalam rangka memperingati HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) 17 Agustus 2025. Di wilayah Kecamatan Wonogiri Kota, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, seruan itu disampaikan secara tertulis oleh Camat Fredy Sasono. Ditujukan kepada semua warga, melalui Kepala Desa (Kades) dan Lurah, untuk dimasyarakatkan melalui para Pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW).

Hiasan berupa baliho, poster, spanduk, dan barang cetakan lainnya, dapat dilengkapi dengan logo HUT Ke-80 Kemerdekaan RI yang secara resmi telah dikeluarkan oleh pemerintah. Yang itu dapat diunduh desain turunnnya melalui tautan di jejaring internet: bit.ly/HUTRI80WNG.

Bersamaan itu, kepada sumua Lurah dan Kades, dapat menyelenggarakan malam tirakatan bersama warga masyarakat secara serentak sederhana dan khidmat, menyesuaikan dengan kondisi masing-masing. Malam tirakatan ditetapkan Tanggal 16 Agustus 2025.

Menyikapi seruan itu, sebagian warga masyarakat di wilayah Kota Wonogiri telah melakukan serangkaian kerja bakti gotong royong memasang umbul-umbul, lampu hiasan dan jenis dekorasi hiasan lainnya, untuk menyemerakkan kampungnya masing-masing, dalam memperingati genap 10 windu ulang tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Bahkan ada yang melengkapinya dengan mengecat batas tepi jalan kampung dengan warna putih yang kontras.

Naga Basuki

Sementara itu umbul-umbul nyeni yang dibuat dengan rancang bangun meniru Penjor, dipoles dengan cat dwi warna kombinasi Merah dan Putih, sinergi dengan cerminan Agustus Bulan Merdeka. Penjor, adalah oramen khas Bali dibuat dengan kerangka bambu tinggi menjulang dan diberikan beragam hiasan. Yang lazim dipasang untuk merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan serta momentum penting lainnya.

blank
Umbul-umbul Tujuhbelasan bernuansa Merah Putih, dibuat dengan sentuhan seni mengadopsi rancang bangun seperti Penjor God Island Pulau Bali.(SB/Bambang Pur)

Bagi Umat Hidu Bali, Penjor melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan, serta merupakan simbol dari Gunung Suci dan Naga Basuki. Penjor dipasang sebagai wujud syukur dan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa), atas kemakmuran dan berkah yang diberikan.

Berkaitan dengan Agustus Bulan Merdeka, di Istana Merdeka Jakarta, Presiden Prabowo Subianto, telah resmi meluncurkan logo dan tema Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Pemerintah mengusung tema besar “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Ini sebagai cerminan semangat Bangsa Indonesia, untuk bersatu padu dalam mengusung kesepahaman sebagai satu bangsa, menjembatani harapan satu sama lain, dan bergerak maju bersama dalam menyongsong kemajuan bangsa.

Tema ini juga menjadi identitas utama dalam seluruh rangkaian kegiatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI  Tahun 2025, yang kemeriahannya diharapkan dapat dirasakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, sebagai simbol semangat kebangsaan yang menyatukan. Yang memberikan keyakinan akan masa depan yang lebih baik, serta rasa bangga menjadi Bangsa Indonesia.(Bambang Pur)