blank
Siswa dan guru pembimbing saat berada di bukit Bejagan yang indah. Foto: SB / Imam Sukoco

JEPARA (SUARABARU.ID) – Sabtu, 19 Juli 2025, menjadi hari yang sangat penting bagi warga SDN 2 Tempur. Sebanyak 96 siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6, mengakhiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak tahun ajaran 2025/2026. Dengan penuh semangat. mereka memulai petualangan yang berfokus pada kolaborasi toleransi, ekologi, dan ekonomi.

Dengan didamping Kepala SDN 2 Tempur Imam Sukoco Guru Kls 6, Haris Suroso Guru kelas 5, Sudiro guru kelas 4, Lina Maesaroh guru kelas 3, Fu’adatul Fithroh guru kelas 2, Sri Rahayu guru kelas 1 ,  Yanti Guru bahasa Inggris,dan Mas Yuli, serta dibersamai oleh tim KKN PPM UGM tahun 2025 siswa antusias ikuti kegiatan.

blank
Imam Sukoco saat memberikan penjelasan seputar tanaman kopi. Foto: SB / Dok

Belajar Toleransi dan Keberagaman

Anak-anak memulai kegiatan dengan mengunjungi masjid dan gereja yang terletak tidak jauh dari SDN 2 Tempur. Di sana, mereka belajar tentang toleransi dan keberagaman, baik dari segi arsitektur maupun keragaman budaya yang selalu terjaga dengan apik. Kegiatan ini menjadi momen berharga untuk memperkenalkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati antarumat beragama.

blank
Siswa belajar toleransi di depan masjid dan gereja yang dibangun berdekatan. Foto: Sb/Imam S

Petualangan di Perkebunan Kopi

Setelah belajar tentang toleransi, perjalanan dilanjutkan dengan mendaki ke ketinggian 1.092 mdpl, menuju lokasi perkebunan kopi di kaki Gunung Gajah Mungkur. Ditemani udara sejuk kiri kanan penuh dengan harum bunga kopi dan kopi yang mulai merah merona anak-anak dengan antusias belajar tentang budidaya kopi, mulai dari penanaman hingga pascapanen.

Imam Sukoco, seorang guru di SDN 2 Tempur sekaligus petani kopi, didaulat sebagai narasumber. Dengan  penuh semangat ia menerangkn mulai dari penanaman pohon kopi, merawat kopi, memilih klon kopi yang bagus , pengolahan, hingga pemasaran hingga  memiliki nilai  ekonomi tinggi.

blank
Siswa saat foto bersama. Foto: SB .Imam

Selain itu anak-anak belajar tentang manfaat pohon kopi dan naungan untuk ketersediaan oksigen yang melimpah serta tempat hidup ekosistem kebun yang tentunya untuk menjaga keseimbangan alam serta dampak pemanasan bumi .

Penerapan Sistem Agroforestri

Di kebun milik  Imam, sistem agroforestri diterapkan dengan menanam kopi bersama tanaman naungan berupa buah-buahan. Anak-anak diajak untuk selalu menjaga ekologi dengan gemar menanam tanaman, sehingga mereka bisa belajar pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

Kepuasan dan Harapan Kepala Sekolah

Supaat, S.Pd, selaku Kepala Sekolah, merasa sangat puas dengan ide-ide kreatif para guru dalam kegiatan penutupan MPLS tahun ini. Ia berharap ke depannya anak-anak memiliki kepedulian lingkungan dan kemandirian ekonomi. Harapan ini menjadi langkah awal untuk memupuk generasi yang peduli terhadap lingkungan dan mampu mandiri secara ekonomi.

Kegiatan penutupan MPLS di SDN 2 Tempur ini memberikan pengalaman berharga bagi para siswa. Dengan mempelajari toleransi, ekologi, dan ekonomi, mereka diharapkan dapat menjadi generasi yang tanggap dan bertanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan menjalin kerukunan di tengah keberagaman.

Hadepe – Imam Sukoco,S.Pd