blank
Petugas Dishub dan Komunitas MagelangBIKE foto bersama siswa SMA Negeri 4 yang membawa poster ajakan menaiki sepeda. (Dok)

 

 

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Maraknya siswa belum cukup  umur menaiki sepeda motor saat berangkat dan pulang sekolah serta kegiatan lainnya, menjadi perhatian bersama. Tidak sedikit korban jiwa karena laka lantas adalah usia muda dan masih sekolah.  Kasus seperti itu mendominasi di beberapa kota di Indonesia.

 

Terkait itu, ratusan Siswa SMA 4 Kota Magelang yang sedang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) beberapa hari lalu, mendapat penyuluhan mengenai kecelakaan lalu lintas berikut penyebabnya. Listrik yang sempat  padam, tidak mengurangi antusiasme mereka.

 

Dinas Perhubungan memberikan materi tentang ‘Mewujudkan Pelajar yang Cerdas Dalam Berlalu Lintas, untuk Meningkatkan Keselamatan di Jalan Raya’.

Dalam paparan yang disampaikan data kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah sampai dengan Juni 2025 mencapai 14.511 kejadian, dengan korban meninggal dunia 501 jiwa.

 

Bambang Nurbudi, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Magelang menekankan pentingnya kesadaran tertib berlalu lintas. Di usia masuk SMA belum cukup berkendara motor secara mandiri. Karena itu, siswa diimbau untuk memilih bersepeda, berjalan kaki atau naik transportasi umum ke sekolah dalam kesehariannya.

 

‘’Kami sengaja mengajak komunitas sepeda MagelagBIKE untuk turut kampanyekan bersepeda sebagai moda transportasi ramah lingkungan, bebas polusi,’‘ katanya.

 

Siska Sriyoga atau biasa dipanggil Yoga dari Komunitas MagelangBIKE turut memberikan materi budaya bersepeda di kalangan Gen Z. Siswa diberikan edukasi sejak dini terkait pembudayaan bersepeda, sebagai upaya mengurangi dampak perubahan iklim akibat penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar fossil.

 

Siswa peserta MPLS diajak mulai peduli dengan lingkungan, dan tidak tergantung dengan kendaraan bermotor sebagai moda transportasi ke sekolah. MagelangBIKE juga memberikan apresiasi kepada salah satu siswa yang saat itu bersepeda ke sekolag berupa 1 buah helm sepeda. Harapannya makin banyak siswa yang bersepeda ke sekolah.

 

Dalam acara ini turut diserahkan bantuan 1 buah sepeda kepada pengurus  OSIS SMA 4 bantuan dari Bank Pasar. Juga kampanye ‘Gerakan Magelang Bersepeda untuk Kerja dan Sekolah’. Bantuan CSR dari Bank Pasar itu  sebagai wujud dukungan terhadap program Wali Kota Damar Prasetyono untuk membangun Magelang sebagai Kota Hijau.

 

Pemkot Magelang juga telah mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 500.11.1/429/360 Tahun 2025 tentang Gerakan Bersepeda (bagi) Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kota Magelang, sebagai upaya wujudkan Kota Magelang sebagai Green City atau Kota Hijau. Melalui edaran ini ASN dihimbau untuk bersepeda ke tempat kerja setiap Jumat minggu ketiga tiap bulannya.

 

Doddy Ardjono