WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Rumah Sakit Islam (RSI) Wonosobo Jawa Tengah, kini punya fasilitas ruang Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan Very-Very Important Person (VVIP).
Fasilitas ruang KRIS berada di Gedung Annisa untuk perawatan pasien anak, persalinan dan maternitas. Sedang ruang VVIP berada di Gedung Al Kautsar untuk pasien umum.
Peresmian ruang KRIS dan VVIP di RSI dilakukan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, Sabtu (6/7/2025), di dampingi Ketua Dewan Pembina RSI KH Mukhottob Hamzah dan Ketua Umum Yayasan RSI, Dr H Jaelan Sulat, MKes.
Sebelum ini, RSI juga sudah punya 21 bangsal KRIS di Gedung Al Manna dan 6 ruang VVIP merupakan pengembangan ruang VIP di Gedung Al Kautsar yang sudah ada. Baik ruang KRIS maupun VVIP di RSI sangat nyaman ditempati pasien.
Fasilitas KRIS yang baru di Gedung Annisa, ada 6 ruang. Masing-masing ruang ada 4 bangsal pasien. Satu ruang lagi hanya ada 1 bangsal untuk perawatan atau isolasi pasien khusus (privat). Total jumlah bangsal di ruang KRIS yang baru ada 25 buah.
Di ruang KRIS fasilitas yang ada cukup lengkap. Karena ada ex house atau alat pengaturan sirkulasi udara dan ada juga alat pengukur suhu. Terdapat kursi panjang penunggu dan kamar mandi bersama di dalam ruangan.
Adapun fasilitas di ruang VVIP Gedung Al Kautsar RSI lebih eksklusif lagi. Kamar ber-AC dengan fasilitas shofa untuk tempat duduk dan tempat tidur untuk penunggu pasien maupun pembesuk. Ada pula tempat khusus untuk makan penunggu pasien.
Ruang pasien VVIP didesain cukup nyaman, dengan interior dinding modern dan plafon variatif berpenerangan lampu yang tidak menyilaukan pasien maupun penunggu. Kamar mandi khusus air hangat maupun dingin. Ada perangkat Wifi, TV dan kulkas.
Harus Adapti

Ketua Dewan Pembina RSI Wonosobo KH Mukhottob Hamzah menyampaikan ucapan terimakasih kepada pengelola dan managemen yang telah dengan gigih melakukan berbagai inovasi dan pembaharuan untuk kemajuan RSI kini dan di masa yang akan datang.
“Sebagai fasilitas kesehatan, RSI itu berfungsi untuk khodimul ummah atau pelayanan masyarakat. Keberadaan dokter spesialis dan fasilitas fisik yang ada sangat membantu bagi kesembuhan pasien. Fasilitas non medis seperti setting ruang dan hiasan kaligrafi juga bisa jadi terapis lain selain penanganan medis,” sebutnya.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat meminta management RSI harus lebih adaptif dengan perkembangan yang ada. Pengelola RSI musti terus bergerak mengikuti perubahan zaman dan tehnologi untuk menuju rumah sakit yang sehat dan berkualitas.
“Dokter, perawat sampai tenaga non medis hingga security harus ramah dan bersikap manis terhadap pasien. Bahkan penampilan atau wajah ruangan yang bagus dan pelayanan yang ramah, bisa menjadi separuh faktor kesembuhan dari penyakit pasien. Pengelolaan dan pelayanan yang baik pasti akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat,” ucapnya.
Direktur RSI Wonosobo dr H Sudomo mengungkapkan, pihak telah menggelar serangkaian kegiatan HUT ke-30, di antaranya retreat karyawan, ziarah ke makam pendiri dan karyawan RSI, santunan pendidikan, bedah rumah, donor darah, sarasehan dan penghargaan pengabdian karyawan.
“Selain itu, RSI Wonosobo juga meluncurkan kerja sama integrasi data kependudukan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wonosobo, guna mempercepat dan mempermudah proses administrasi pelayanan pasien persalinan,” terangnya.
Puncak peringatan HUT RSI menjadi simbol semangat RSI untuk terus berbenah dan memberikan layanan kesehatan yang profesional, ramah dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Semua kegiatan HUT ke-30 RSI mendapatkan bantuan sponsor dari Unit Pengelola Zakat (UPZ), Bank Syariah Indonesia (BSI) maupun suport dari berbagai pihak. Yang istimewa, peringatan tiga dekade usia RSI juga beriringan dengan perayaan Hari Jadi Wonosobo ke-200 tahun 2025. Sehingga di harapkan RSI dan Wonosobo bisa maju dan berkembang bersama.
Muharno Zarka













