blank
Dalam siklus setahun berjalan ini, diramalkan akan terjadi banyak hujan. Prediksi tahun basah ini, memberikan kesempatan petani untuk menanam padi lagi.(SB/Bambang Pur)

SURAKARTA (SUARABARU.ID) – Selama setahun ke depan, diprediksi akan banyak hujan. Karena masuk petung (hitungan) Sukra Mangkara. Sukra (Jumat) Mangkara (udang). Dalam siklus Tahun Udang, diramalkan akan menjadi tahun basah atau tahun yang memiliki banyak hujan.

Itu seperti yang terjadi selama setahun terakhir ini, Dimana Tanggal 1 Sura Tahun 1958 lalu, jatuh Hari Senin Legi. Yang menjadi pertanda sebagai Tahun Soma Wicitra. Soma (Senin) Wicitra (Cacing) atau Tahun Cacing yang menandakan sebagai tahun banyak hujan.

Budayawan Jawa peraih anugerah Bintang Budaya Kanjeng Raden Arya (KRA) Drs Pranoto Adiningrat MM, menyatakan, bagi masyarakat Jawa, hari jatuhnya Tanggal 1 Sura dapat untuk meramal tentang banyak sedikitnya hujan. ”Ini dimuat dalam halaman 217 Kitab Primbon Betal Jemur Adam Makna,” jelasnya.

Pranoto yang Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta, menyatakan, Kitab Primbon Betaljemur merupakan Babon (induk) Buku Primbon milik Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Tjakraningrat. Yang kemudian dihimpun oleh R Soemodidjojo dan dikeluarkan oleh Buyut (Cucu) KPH Tjakraningrat, Ny Siti Woerjan Soemadiyah Noeradyo.

Juga dimuat pada halaman 621 Buku Horoskop Jawa Misteri Pranata Mangsa karangan Ki Hudoyo Doyodipuro Occ (Peberbit Dahara Prize  Semarang yang dicetak oleh Effhar Offset Semarang. Dari dua sumber refenrensi itu, disebutkan bahwa hari jatuhnya Tanggal 1 Sura dipakai untuk petung meramal cuaca untuk siklus setahun ke depan. Apakah dalam setahun akan banyak hujan atau sebaliknya. Ini telah dipakai secara turun temurun sejak nenak moyang.

Bagi kaum agraris di pedesaan, petung tersebut sangat berguna untuk menentukan pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan di lahan mereka. Artinya, manakala perhitungannya jatuh pada prediksi tahun basah atau banyak hujan, petani dapat memilih tanaman padi.

Sebaliknya, bila petung-nya jatuh pada ramalan tahun yang tidak banyak hujan, petani dapat memilih untuk menanam palawija. Ini berkaitan erat bahwa tanaman padi memerlukan banyak air, sedang tanaman palawija tidak membutuhkan banyak air.
”Ramalan tentang akan banyak hujan atau sebaliknya, itu merupakan bentuk local wisdom atau kearifan lokal,” jelas Pranoto.

Lintang Luku

Pemilik Padepokan Sangga Langit di Lingkungan Brumbung, Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, menuturkan, itu sebagaimana kearifan lokal (local wisdom) yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa. Termasuk yang lazim dipakai pedoman bagi para nelayan yang menggunakan Lintang Luku, untuk pengganti kompas. Yakni pedoman guna menentukan arah mata angin, saat melaut pada malam hari.

Ada 7 sifat terkait dengan petung tentang prediksi banyak sedikitnya hujan dalam kurun setahun berjalan. Manakala Tanggal 1 Sura jatuh Hari Minggu, disebut Dite Kenaba (Minggu Kelabang). Artinya dalam setahun mendatang curah hujannya kurang.

Bila jatuh Hari Senin, dinamakan Soma Werjita (Senin Cacing) yang berarti hujannya banyak. Ketika jatuh Hari Selasa, disebut Anggara Rekata (Selasa Kepiting) yang artinya banyak hujan. Selanjutnya saat jatuh pada Hari Rabu dinamakan Buda Mahesaba (Rabu Sapi) atau curah hujannya kurang.

Berikut bila jatuh Hari Kamis, disebut Respati Mintuna (Kamis Mimi) yang artinya hujannya sedang. Kemudian bila jatuh Hari Jumat dinamakan Sukra Mangkara (Jumat Udang), artinya akan terjadi banyak hujan. Untuk Hari Sabtu disebut Tumpak Menda (Sabtu Kambing), curah hujannya kurang.

Berdasarkan perhitungan tersebut, ada tiga siklus tahun basah manakala Tanggal 1 Sura-nya jatuh pada Hari Senin (Soma Werjita), Hari Selasa (Anggara Rekata) dan bila Tanggal 1 Sura-nya jatuh Hari Jumat (Sukra Mangkara). Sebaliknya dalam kurun waktu setahun akan terjadi kurang hujan, manakala Tanggal 1 Sura-nya jatuh pada Hari Rabu (Buda Mahesaba) dan bila jatuh pada Hari Sabtu (Tumpak Menda).

Bagaimana untuk ramalan sekarang ? Dalam perhitungan khuruf (siklus 120 tahunan) Asopon, untuk Tanggal 1 Sura Tahun Dal 1959 kali ini jatuh pada Hari Jumat Kliwon. Mencermati petung di atas, maka disebut sebagai Tahun Sukra Mangkara (Jumat Udang). Artinya, dalam setahun mendatang akan terjadi banyak hujan.(Bambang Pur)