blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaen Kebumen, Selasa 1/7.(Foto:SB/Prokopim)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Berdasarkan data per Juni 2025 menunjukkan di antara beberapa desa di Kabupaten Kebumen, Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen mencatat angka stunting tertinggi yaitu 52 kasus.

Kemudian diikuti Desa Giyanti Kecamatan Rowokele dengan 47 kasus, dan Desa Gunungmujil Kuwarasan ada 32 kasus.

Hal tersebut terungkap dari audiensi TP PKK Kebumen dengan Bupati Lilis Nuryani pada Selasa (1 /7)  di ruang kerja Bupati.

Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen Nurjanah menekankan pentingnya pelibatan penuh PKK dalam setiap program desa, kelurahan, maupun kecamatan.

Kondisi ini juga mendorong Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kebumen untuk bergerak lebih masif, bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen dalam upaya penanganan stunting, kemiskinan, dan pemberdayaan masyarakat.

blank
Bupai Kebumen Lilis Nuryani berdialog dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kebumen Nurjanah, Selasa 1/7.(Foto:SB/Prokopim)

“Poin hasil audiensi dengan Bupati Lilis antara lain kami minta dilibatkan sepenuhnya. Jadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu punya peran mengajak kami ketika ada program,”jelas Nurjanah yang juga istri Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah percepatan penanganan stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Stunting (Genting).

Genting merupakan gerakan solidaritas yang mengajak masyarakat untuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting, mulai dari ibu hamil hingga balita dari keluarga miskin. TP PKK diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam menyukseskan program ini.

Bupati Lilis Nuryani menyambut baik inisiatif TP PKK dan menegaskan dukungannya. Lilis akan mengupayakan pelibatan dokter spesialis anak dalam Program Dokter Spesialis Keliling (Speling), khususnya di wilayah dengan kasus stunting tinggi.

Selain itu, Bupati Lilis juga meminta bidan desa untuk melakukan verifikasi ulang data stunting, guna memastikan identifikasi yang tepat antara kasus stunting dan balita berisiko.

“Besok kalau saya ada kegiatan kunjungan ke desa/kelurahan, nanti saya akan mengundang ibu kades (PKK), dan di situ ada pendampingan dari PKK,”tuturLilis, menanggapi permintaan TP PKK Kabupaten.

Nurjanah menambahkan, melalui audiensi ini pihaknya mendapatkan informasi akurat mengenai desa-desa dengan angka stunting tertinggi.

“Di antaranya Desa Gemeksekti, Desa Depokrejo desa saya sendiri masyaallah. Itu berkahnya audiensi, kami jadi tahu. Ternyata masih ada desa yang stunting-nya tinggi. Maka insyaallah nanti kami akan kerja sama dengan Pemdes atau Puskesmas, bersama-sama menekan angka stunting,”ujar Nurjanah.

Dukungan penuh dari Bupati Lilis Nuryani ini menjadi penyeman bagi TP PKK dalam menjalankan program-programnya. Khususnya dalam menekan angka stunting di Kebumen.

Sinergi antara TP PKK dan Pemkab Kebumen diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam mengatasi persoalan stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Makin Tahu Indonesia

Desa dengan Kasus Stunting Tertinggi di Kebumen per Juni 2025:

Gemeksekti, Kebumen: 52 kasus

Giyanti, Rowokele: 47 kasus

Gunungmujil, Kuwarasan: 32 kasus

Karangkemiri, Karanganyar: 23 kasus

Krakal, Alian: 22 kasus

Grogolbeningsari, Petanahan: 21 kasus

Depokrejo, Kebumen: 21 kasus

Komper Wardopo