blank
Foto bersama usai gelaran yudisium Dosen Unkriswina Dr. Umbu Ho Ara dan Dosen Fakultas Teologi Universitas Halmahera Dr. Broery Doro Pater Tjaja. Foto: UKSW

“Melalui upaya rekonsiliasi yang efektif, gereja dapat berfungsi sebagai agen perubahan positif dalam masyarakat, dan berkontribusi pada pembangunan sosial yang berkelanjutan. Proses ini tidak hanya akan memperkuat hubungan antar anggota jemaat, tetapi juga menciptakan komunitas yang lebih harmonis dan inklusif,” jelasnya.

Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Publikasi (LPPMP) Universitas Halmahera Bayu Achil Sadjab yang menegaskan bahwa disertasi Broery dapat menjadi payung besar riset universitas dan diharapkan dapat menjadi rujukan dan pengembangan studi konflik dan rekonsiliasi.

“Ini bukan akhir, tapi awal bagaimana Doktor Broery menjadi pakar dalam bidangnya. Kami berharap kerja sama antara UKSW dan Universitas Halmahera semakin erat ke depannya,” harapnya.

Sementara itu, Dekan FId Aldi Herindra Lasso menyampaikan harapannya agar nilai-nilai UKSW yang telah dijalani selama proses studi dapat menjadi warisan intelektual yang memperkuat komunitas akademik di kampus asal masing-masing. “Bapak berdua telah menempuh nilai-nilai yang kita rasakan bersama. Semoga langkah ini menjadi legasi akademik yang menumbuhkan generasi doktor berikutnya,” pungkasnya.

Melalui karya akademik ini, UKSW menegaskan komitmennya untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, SDGs ke-10 mengurangi ketimpangan, SDGs ke-11 kota dan pemukiman yang berkelanjutan, SDGs ke-16 perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh.

Ning S