blank
Ratusan pelaku aksi premanisme diamankan dalam operasi Aman Candi 2025. Foto: Ning S (SUARABARU.ID)

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Selama Operasi Aman Candi 2025 sejak 12-31 Mei 2025, Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan 916 pelaku aksi premanisme di wilayah hukum Polda Jateng. Diketahui, 916 orang pelaku tersebut adalah dari 711 kasus.

Hal itu disampaikan Waka Polda Jawa Tengah, Brigjen Pol Latif Usman didampingi Dirreskrimum, Kombes Pol Dwi Subagyo dan Kabidhumas, Kombes Pol Artanto dalam ungkap hasil Operasi Aman Candi 2025 di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, Selasa (3/6/2025).

Dari 711 kasus, diketahui 184 kasus merupakan Target Operasi (TO), dan sisanya merupakan non TO.

Latif mengungkapkan, dari jumlah pelaku yang diamankan, terdapat 33 orang yang terafiliasi Ormas. Mereka dari Pemuda Pancasila, Genk Los, Sanek, GRIB Jaya, PSHT 16, PSHT Winongo, Squad Nusantara, Gank Santa Cruz Solo, Pagar Nusa, LSM GMBI dan LSM Harimau.

“Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras seluruh Satgas yang terlibat dalam kegiatan operasi, baik di tingkat Polda Jateng maupun seluruh Polres jajaran di Jawa Tengah,” ungkap Latif.

Dikatakan bahwa fokus utama dalam operasi ini adalah pemberantasan premanisme dan kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat serta mengganggu iklim investasi dan ketertiban umum.

Dari seluruh kasus yang diungkap, terdapat sejumlah kasus kejahatan menonjol, diantaranya pengungkapan kasus premanisme berkedok wartawan, kasus penipuan yang dilakukan suami istri di Blora, dan lainnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan selama Operasi Aman Candi 2025 berlangsung antara lain, kendaraan roda 4 sebanyak 23 unit, kendaraan roda 2 sebanyak 65 unit, uang tunai sejumlah Rp29.345.300, identitas 27 buah, Handphone 59 buah dan berbagai senjata tajam (sajam) 100 buah.

Latif mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu berperan aktif dalam menciptakan keamanan dan ketertiban bersama.

“Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat adalah kunci terciptanya Jawa Tengah yang aman dan kondusif. Laporkan segera jika mengetahui adanya praktik premanisme atau kejahatan jalanan di lingkungan sekitar,” tandasnya.

Ning S