MAKKAH (SUARABARU.ID)- Pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 sudah mendekati puncak Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masalikil Huda, Tahunan Jepara, mulai mensurvei lokasi perkemahaan, baik di Arafah, Muzdalifah hingga Mina.
Para angggota KBIHU Masalikil Huda yang terdiri dari ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom), yang sebelumnya telah mensurvei lokasi Arafah melanjutkan untuk meninjau lokasi Mina, tempat melempar jumrah (Jamarat) pada Minggu, (1/6/2025).
Menurut KH. Sifaul Khafid, pembimbing KBIHU Masalikil Huda, jamaah haji yang berada di bawah bimbingannya menempati wilayah yang bernama Syisah. Sebuah wilayah yang memang dikhususkan bagi para jamaah haji asal Indonesia.

“Sebanyak 97 jamaah haji dari Masalikil Huda sudah siap melaksanakan Armuzna”, ujarnya di sela-sela manasik dan bimbingan yang dilakukan di loby hotel Al-Hasyimi Senin (2/6/2025).
Menurut informasi, jamaah haji yang berada di wilayah Syisah akan menjalankan program Tanazul, yaitu skema yang memungkinkan para jamaah bisa kembali ke hotel tanpa harus menginap di tenda.
“Alhamdulillah kelompok kami (KBIHU Masalikil Huda) yang tergabung dalam SOC Kloter 44 termasuk yang mendapatkan program Tanazul, karena antara tempat penginapan dengan Mina cuma berjarak sekitar 1 km. Sehingga jamaah haji usai melempar jamarat bisa langsung kembali ke hotel dengan jalan kaki”, terangnya.

Sementara itu, Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan 1 Dzulhijah jatuh pada Rabu (28/5/2025). Artinya, puncak wukuf di Arafah akan dilaksanakan pada Kamis (5/6/2025).
“Para jamaah sudah kami bekali dengan syarat dan rukun sebelum perjalanan ke Armuzna. Yang paling penting adalah persiapan haji yaitu niat”, ungkapnya.
Berbeda dengan para jamaah haji lainnya, dari KBIHU Masalikil Huda ada sekitar 15 jamaah yang mengikuti program Murur. Murur adalah program untuk para jamaah haji yang mempunyai penyakit resiko tinggi (risti), lansia, dan disabilitas. Murur ini memungkinkan jamaah tidak turun dari bus untuk mabit (bermalam) di Muzdalifah.
“Namun sebelumnya, kami selalu mengingatkan kepada para jamaah untuk selalu menjaga ihram selama pelaksanaan Armuzna. Seperti, tidak memakai wangi-wangian, tidak memakai pakaian dalam bagi laki-laki, disunahkan mandi besar terlebih dahulu dengan niat ihram, memotong kuku, mencukur rambut, dll”, terang pria yang akrab disapa Kiai Khafid.
“Walau haji tahun ini dianggap sangat ketat dan banyak peraturan yang berbeda dengan tahun sebelumnya, namun kami tetap semangat”, tandas Kiai Khafid.
Ua













