SEMARANG (SUARABARU.ID) – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Jawa Tengah menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Qurban di Graha Wisata Hotel School, Puspowarno Semarang, Minggu 25 Mei 2025 .
Kegiatan ini menghadirkan 100 peserta yang terdiri dari pengurus masjid, pemuda remaja masjid, dan masyarakat umum yang tertarik memahami tata cara penyembelihan qurban secara syar’i dan profesional.
Acara ini menggandeng DPD Juleha Semarang dan Yayasan Penelitian dan Pengembangan Peradaban Nusantara sebagai mitra kolaboratif dalam penyampaian materi pelatihan. Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan mendalam tentang manajemen qurban yang halal, higienis, dan sesuai syariat.
Ketua BKPRMI Jawa Tengah, Dimas Anafadli, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran BKPRMI dalam mendampingi generasi muda masjid.
“BKPRMI memiliki peran untuk memfasilitasi pemuda masjid yang ingin tahu lebih dalam hal penyembelihan qurban secara syar’i dan benar, dan umumnya program-program yang memang sangat dibutuhkan saat ini,” ujarnya.
Tak hanya itu saja, Dimas juga menyampaikan harapan dan dukungannya dalam program-program yang akan dilaksanakan di Tahun ini, seperti di bulan Agustus akan dilaksanakan Pelatihan Manajemen Masjid (LMD) 1 dan di bulan Oktober akan dilaksanakan Pelatihan Mubaligh Pemuda BKPRMI yang akan berkolaborasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Tengah.
Ketua DPD Juleha Semarang, Ustadz Alfisahrin, menyoroti rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyembelihan qurban yang sesuai dengan ketentuan agama.
“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bagaimana cara menyembelih sesuai syariat, baik syarat maupun rukunnya,” tegasnya dalam sesi materi.
Sementara itu, dr. Ratna Widyaningrum, selaku founder Yayasan Penelitian dan Pengembangan Peradaban Nusantara, mengajak peserta untuk menyadari pentingnya menjaga kualitas makanan.
“Bagaimana ikhtiar kita untuk menjaga makanan yang higienis, halal, dan berkah, terkhusus dalam proses penyembelihan” ungkapnya dalam sesi inspiratif.
Dengan terlaksananya pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu menjadi pelopor dalam penyelenggaraan qurban yang lebih baik, berlandaskan ilmu dan nilai-nilai keislaman yang Kaffah serta tetap memperhatikan Kebersihan dan Higienis dalam Pendistribusian.
Hery Priyono













