GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Sesosok jasad perempuan ditemukan membusuk di kamar kos, Jalan Siswomiharjo, Kelurahan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Rabu (21/5/2025) pagi.
Korban berinisial Aningsih (76), seorang wiraswasta asal Ambonwetan, Ulujami, Kabupaten Pemalang. Ia tinggal seorang diri di kamar kos tersebut.
Penemuan jenazah bermula dari kecurigaan Agus Purwanto (64), tetangga kos korban, yang mencium bau menyengat dari salah satu kamar.
Agus kemudian memanggil Aditya Alrais Aminullah (26) dan Gembong Anusapati (54) untuk membantu mencari sumber bau tersebut hingga mengarah ke kamar korban.
Karena tidak ada respons dari ketua RT setempat, Aditya segera menghubungi Call Center 110 Polres Grobogan untuk melaporkan kejadian itu. Petugas langsung menindaklanjuti laporan tersebut.
Setibanya di lokasi, petugas Polsek Purwodadi bersama Tim Inafis Polres Grobogan dan PMI mendapati pintu kamar korban terkunci dari dalam. BS (50), anak kandung korban, yang sudah dihubungi, datang ke lokasi dan bersama petugas mendobrak pintu.
Saat pintu terbuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi duduk di lantai kamar mandi, kepala bersandar di atas ember, mengenakan daster batik hitam tanpa celana dalam. Dari tubuhnya sudah tercium bau busuk dan proses pembusukan pun sudah terlihat.
Baca juga Sungai Lusi Meluap Purwodadi Banjir Lagi, Ketinggian Air Sampai Sebatas Perut
Menurut Kapolsek Purwodadi, AKP Dedy Setyanto, hasil olah TKP menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Petugas menemukan beberapa obat di kamar, di antaranya Omeprazole untuk lambung dan Bisoprolol untuk mengontrol tekanan darah tinggi dan jantung.
“Korban diperkirakan sudah meninggal dua hari sebelum ditemukan. Tidak ada indikasi penganiayaan. Diduga kuat korban meninggal akibat serangan jantung mendadak,” ujar AKP Dedy dalam keterangan resminya.
Keterangan dari anak korban memperkuat dugaan tersebut. Menurut BS, ibunya memang menderita penyakit lambung kronis dan jantung dalam beberapa waktu terakhir.
Pihak keluarga telah menolak autopsi dan menyatakan menerima kematian Aningsih sebagai musibah karena sakit. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Tya Wiedya













