blank
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo. foto: dok

KUDUS (SUARABARU.ID)  – Polres Kudus gencar melaksanakan operasi pemberantasan premanisme sebagai langkah strategis untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayahnya. Operasi ini menyasar berbagai aksi yang kerap mengganggu masyarakat, mulai dari parkir liar, penagihan utang ilegal oleh debt collector, hingga intimidasi yang dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas) maupun kelompok tak berizin.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, menjelaskan dalam konferensi pers bahwa operasi ini dijalankan dengan pendekatan tiga tahap, yaitu preemptif, preventif, dan represif, yang dilakukan oleh berbagai fungsi kepolisian sesuai dengan tugasnya.

“Fungsi Humas dan Intelijen menjalankan langkah preemptif, Sabhara melakukan tindakan preventif, dan Sat Reskrim bertugas secara represif,” ujar AKBP Heru, Selasa (20/5/2025).

Fokus operasi kali ini adalah memberantas praktik parkir liar yang memaksa warga membayar secara ilegal, debt collector yang bertindak di luar hukum, serta ormas yang menjalankan intimidasi tanpa izin resmi. Kapolres menegaskan bahwa siapapun yang melakukan pemaksaan atau tindakan melawan hukum akan mendapat tindakan tegas dari aparat.

“Salah satu perhatian kami adalah debt collector yang kerap menakut-nakuti warga dengan alasan penarikan kendaraan bermotor, namun tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tambahnya. “Kami pastikan tindakan di luar ketentuan Undang-Undang Fidusia, terutama yang menggunakan kekerasan atau penyitaan paksa, tidak akan ditoleransi.”

Dalam pelaksanaan operasi yang sudah berjalan, Polres Kudus berhasil mengamankan dua pelaku premanisme yang terlibat kasus penganiayaan dan pembacokan. Barang bukti serta korban sudah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

Pemetaan wilayah rawan premanisme juga telah dilakukan Satintelkam Polres Kudus, dengan titik konsentrasi utama di sekitar terminal, area parkir truk, dan lokasi parkir liar lainnya.

AKBP Heru menegaskan bahwa praktik premanisme tidak hanya merugikan masyarakat secara langsung, tapi juga berpotensi menghambat perkembangan investasi dan ekonomi lokal di Kudus.

“Masyarakat jangan ragu untuk melapor jika menjadi korban atau menyaksikan aksi premanisme, baik yang dilakukan oleh ormas, kelompok, atau perorangan. Kami akan menindak secara tegas demi menjaga ketertiban,” kata Kapolres.

Operasi ini akan terus berjalan secara berkelanjutan dan terukur, sebagai bentuk komitmen Polres Kudus dalam menjaga keamanan dan kenyamanan kota demi kesejahteraan masyarakat dan iklim investasi yang sehat.

Ali Bustomi