KUDUS (SUARABARU.ID) – Universitas Muria Kudus (UMK) melalui Unit Pelaksana Teknis Penerimaan Mahasiswa Baru (UPT PMB) menyelenggarakan Workshop Peningkatan Akademik dan Gathering Kepala Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Demak. Acara ini berlangsung di Ruang Seminar Lantai 4 Gedung Rektorat UMK pada Senin (19/5/2025), dengan mengusung tema “Pengembangan Kepemimpinan Kepala Madrasah yang Adaptif dan Progresif”.
Workshop ini digelar sebagai bentuk kontribusi UMK dalam mendukung peningkatan kualitas kepemimpinan di lingkungan pendidikan madrasah. Dalam sambutannya, Rektor UMK Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si. menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu beradaptasi dengan tantangan zaman serta mendorong kemajuan pendidikan.
“Setidaknya ada tiga pendekatan dalam kepemimpinan pendidikan yang perlu dikuasai kepala madrasah, yakni teori situasional, teori transformasional, dan teori distribusi,” terang Prof. Darsono.
Ia menjelaskan bahwa teori situasional mengarahkan pemimpin untuk menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan kesiapan dan kemampuan bawahannya. Sementara itu, teori transformasional berperan dalam membangkitkan motivasi dan inspirasi baik kepada guru maupun siswa. Adapun teori distribusi mendorong pelimpahan tanggung jawab secara kolektif dalam tim kerja.
Lebih lanjut, Prof. Darsono juga menyoroti tantangan yang dihadapi madrasah saat ini, seperti kemajuan teknologi informasi, perubahan kebijakan pendidikan seperti implementasi Kurikulum Merdeka dan Asesmen Nasional, hingga meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap lulusan madrasah yang berkualitas dan moderat.
“Selain itu, ketimpangan sumber daya manusia, fasilitas, dan anggaran juga menjadi tantangan nyata. Oleh karena itu, kepala madrasah perlu mengembangkan strategi inovatif, seperti membuka ruang eksperimen, mendorong kolaborasi antarguru dalam proyek-proyek kreatif, dan memanfaatkan teknologi informasi dalam pengelolaan lembaga,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak, Dr. H. Taufiqur Rahman, S.Ag., M.S.I., turut menegaskan pentingnya kepemimpinan yang visioner di tengah cepatnya perubahan zaman.
“Seorang kepala madrasah tidak cukup hanya mengelola administrasi, tetapi juga harus menjadi agen perubahan, pembina karakter, dan penggerak inovasi di lingkungan sekolah. Melalui workshop ini, saya berharap para kepala MA dapat saling berbagi praktik terbaik, memperkuat jejaring kerja sama, dan memperluas wawasan kepemimpinan,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para kepala madrasah untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan sekaligus mempererat sinergi antara UMK dan lembaga pendidikan menengah di Kabupaten Demak.
Ali Bustomi













