
“Indonesia menempati posisi ketujuh sebagai negara importir furniture ke AS dengan nilai mencapai USD 1,01 miliar pada 2024,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, Indonesia tercatat sebagai eksportir furniture ke-21 dunia dengan nilai ekspor mencapai USD 1,88 miliar pada 2024 dan USD 515,75 juta pada Januari—Maret 2025.
Adapun nilai ekspor nonmigas Indonesia mencapai USD 62,98 miliar pada Januari—Maret 2025, meningkat 7,84 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pada pelepasan ekspor ini, Wamendag Roro juga menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai perjanjian dagang yang telah disepakati Indonesia. Dengan perjanjian dagang, produk unggulan nasional diharapkan mendapatkan akses pasar yang lebih luas, termasuk produk furniture.
Kementerian Perdagangan terus memberikan dukungan kepada UMKM dan pelaku ekspor nasional melalui fasilitasi penjajakan kesepakatan bisnis (business matching), pendampingan desain produk, sertifikasi, hingga layanan Free Trade Agreement (FTA) Support Center di berbagai daerah, termasuk di Semarang.
Dalam kesempatan yang sama, Wamendag Roro juga mengapresiasi langkah PT Philnesia International yang tak hanya berorientasi pada ekspor, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal untuk penyerapan tenaga kerja. Tidak hanya itu, PT Philnesia turut melakukan transfer pengetahuan bagi masyarakat lokal melalui kolaborasi dengan kepala desa (kades).
“Semoga ekspor ini menjadi momentum untuk memperluas akses pasar produk furniture Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah akan terus hadir untuk mendukung dan mendorong ekspor yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Roro.
Sementara itu, Direktur Utama PT Philnesia International, Erick Prasetya Luwia, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah dalam memperkuat daya saing industri furniture nasional di tengah tantangan global.
Erick mengungkapkan bahwa keberhasilan ekspor produknya ke pasar AS tidak lepas dari kolaborasi erat antara pelaku usaha, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem yang mendukung kepatuhan terhadap regulasi ekspor
“Kami mengapresiasi kunjungan Wamendag Roro. Kolaborasi dengan pemerintah sangat kami butuhkan, terutama dalam menjawab tantangan regulasi dan daya saing global. Dengan dukungan yang tepat, kami yakin produk furnitur Indonesia akan terus diakui dan diminati di pasar internasional,” ujar Erick.
Hery priyono













