MAGELANG (SUARABARU.ID) – Implementasi perubahan kebijakan pendidikan di Indonesia secara bertahap namun pasti kian dinamis. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau lebih dikenal dengan P5 merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk memperkuat pencapaian kompetensi dan karakter siswa sesuai Profil Pelajar Pancasila sehingga bertujuan membentuk pelajar Indonesia berkarakter Pancasila.
Rabu dan Kamis di tanggal 14 dan 15 Mei 2025 yang masing-masing kelas 1 dan 4 SD Islam Al Umar Ngargosoka menyelenggarakan kegiatan P5 di GWB (Gatak Water Byur).
Kelas 1A, 1B, 1C, dan 1D berangkat pada Rabu/140525 naik kereta mini. Dengan didampingi guru PJOK Muhammad Galih Nuril Islam, S.Pd, dan guru kelas yang masing-masing Sutri Narjati, S.Pd.SD, Oktiana Indah Putranti, S.Pd, Dewi Rahma Diyanti, S.Pd, Devi Andriyani, S.Pd, juga Elok dan Dewi dari wali siswa. “Outing class ini diselenggarakan setiap semester sekali dan ini merupakan kegiatan P5 di semester genap.” tutur Sutri Narjati.

Hari kedua, Kamis/150525 giliran kelas 4 dengan pendampingan guru PJOK yang sama juga wali kelas diantaranya ; Rosi.
“Di sini kami outing class dengan berenang di Gatak Waterbyur. Saya sangat senang saat berenang bisa bermain pelampung, bermain koin, juga prosotan. Sejak pekan lalu kegiatan outing class ibi sudah diberitahukan lewat orang tua. Lebih seru lagi saya bisa bermain bersama teman-teman dan makan bersama.” Jelas Adzra Naila Husna kelas 4B.
Kalau saya, serunya bermain air, perosotan, dan naik pelampung. Saya senang sekalit dan ingin berenang setiap ada olah raga. Berenang bersama teman, sudah selalu saya lakukan, dulu juga pernah berenang bersama keluarga dan teman.” ucap Nava Amarisa kelas 4B.
“Menurut saya, hal-hal menarik saat P5 ini adalah ketika saya bisa berenang bersama teman-teman, bisa bermain air, menceritakan air masuk ke telinga saat main pelampung, seru sekali. Saya juga melihat Milkha terjungkal dari pelampung. Perasaan bercampur aduk antara lucu dan kasihan.” Akui Nala Maulida Kholisoh kelas 4B.
“Kalau saya tadi terjungkal dari pelampung namun tidak sakit, hanya malu dilihat teman-teman. Tadi saya naik pelampung tidak seimbang sehingga terjungkal, dilihat banyak teman dan pada tertawa. Saya malu tapi seru. Setelah selesai berenang saya antri untuk bilas dan mandi, kemudian menikmati makanan soto dan minum teh,” ungkap Milkhatina Zulfa kelas 4B.
Beda dengan yang lainnya, Atha panggilan akrabnya juga menceritakan keseruan mengikuti P5 di GWB. “Tadi saya mengibarkan bendera di odong-odong, juga lihat Dzikri terpeleset, meggeddor-gedor orang yang lagi mandi, seru. Tadi saya mencari koin sampai tertendang dagu saya, rasanya agak sakit tapi seru. Juga berebutan beli tahu goreng. Mandi dan mandi bareng teman, main voli. Pokoknya seru abis….” cerita Atha.
“Begitulah dunia anak, P5 yang dikemas dengan outing class ini diharapkan mampu menebalkan kemampuan anak dalam bersosialisasi bersama teman-temannya, keterampilan berenang bukan menjadi hal pokok. Karena ini kegiatan kokurikuler, maka penguatan profil pelajar Pancasila sesuai dengan sila-sila dalam Pancasila tentu menjadi parameter utama,” jelas Toha Kepala SD Islam Al Umar Ngargosoka.
“Tidak hanya itu, mereka juga saya kasih challenge untuk menceritakan keseruannya mengikuti outing class ini dan kebetulan didominasi kelas 4B sehingga dapat disimpulkan bahwa kelas 4B, beberapa memiliki keberanian untuk mengungkapkan apa isi hatinya.” pungkasnya.
Hadepe -Arsapa













