WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Para personel TNI AD dari Koramil-20 Kimantoro Kodim 0728 Wonogiri, tampil memimpin gerakan gotong royong di lokasi bencana. Yakni melakukan kerja bakti bersama di lokasi bencana tanah longsor, di wilayah Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.
Danramil-20 Kismantoro Kapten (Inf) Budi Utama, melalui Penerangan Kodim (Pendim) Pelda Indra, menyatakan, bencana tanah longsor muncul setelah terjadi hujan deras berkepanjangan. Kejadiannya berlangsung Senin sore (12/5/25).
Musibah tanah longsor tersebut, terjadi di 10 titik lokasi di 4 desa di Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri. Yakni di wilayah Desa Pucung, Desa Miri, Desa Lemahbang dan Desa Plosorejo.
Komandan Koramil (Danramil) 20/Kismantoro Kapten Inf Budi Utama yang mendapatkan laporan dari warga, langsung memimpin anggotanya dan Babinsa Koramil jajaran Kodim 0728/Wonogiri bersama dengan anggota Polsek dan Pemerintah Kecamatan, serta warga setempat pada melaksanakan karya bakti pembersihan material longsor yang dipusatkan di Desa Pucung. Selasa (13/5/2025).
Warga menyebutkan, telah terjadi hujan deras dengan durasi selama sekitar 3 jam. Dampaknya, air hujan melimpah ke mana-mana, dan ada yang mengikis lereng tebing dan berdampak memunculkan bencana tanah longsor. Lokasi longsor terjadi di 10 lokasi di 4 desa di Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.
Rumah Rusak
Tidak ada korban jiwa dalam bencana tanah longsor tersebut. Tapi kerugian materi dilaporkan cukup besar, karena merusak rumah-rumah warga sebagai tempat hunian.
Untuk menyikapi kejadian tersebut, dikerahkan para personel TNI AD di jajaran Koramil-20 Kismantoro termasuk para Anggota Babinsa, untuk memprakarsai gotong royong kerja bakti di lokasi bencana tanah longsor. Kerja bakti untuk memberikan pertolongan kepada para korban tanah longsor ini, dilakukan bersama dengan para anggota Polsek dan aparat dari Pemerintah Kecamatan Kismantoro. Juga para Perangkat Desa, para relawan siaga bencana dan warga masyarakat.
Mereka melakukan kerja bakti bersama untuk menyingkirkan material longsoran yang merusak rumah. Juga memunguti puing-puing reruntuhan rumah yang rusak karena diterjang longsoran. longsor. Sehingga memudahkan bagi pemilik rumah, bila sewaktu-waktu membangunnya kembali tempat hunian mereka.
Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri Letkol (Inf) Edi Ristriyono, menyampaikan, perlu penanganan cepat untuk membantu korban bencana. Para korban bencana, memerlukan bantuan dari semua pihak, untuk meringankan penderitaannya. Bagi personel prajurit, tandas Dandim, percepatan pemberian bantuan bagi korban bencana, menjadi wujud nyata kepedulian TNI dalam ikut serta membantu memberikan solusi dan mengatasi kesulitan yang tengah menimpa masyarakat korban bencana.
Kepada warga masyarakat, utamanya yang bermukim di wiayah rawan bencana, diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya, utamanya bila turun hujan berkepanjangan. Sebab hujan yang turun dengan itensitas tinggi, dapat berpotensi memicu terjadinya bencana, khususnya bencana banjir dan tanah longsor.(Bambang Pur)













