blank
Marsahid warga RT 2 RW 7 Plajan pakis Aji Jepara melaksanakan nadzarnya naik ojek dari rumah ke Pendopo Kabupaten Jepara

JEPARA (SUARABARU.ID) – Sebagai ungkapan rasa syukur kepada yang Maha Kuasa atas karunia-Nya karena telah dipanggil untuk beribadah haji ke tanah suci, Marsahid warga RT 2 RW 7 Desa Plajan Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara melaksanakan nadzar diantar dengan naik ojek. Dalam ibadah haji  ini Marsahid berangkat bersama istrinya,  Sri Hartati.

Untuk memenuhi nadzarnnya Marsahid naik ojek dengan pengemudi Kaswadi  dengan motor Honda Supra nomor polisi K 6247 YC. Marsahid dibonceng Kaswadi dari rumah pukul 23.00 WIB, Senin  (12/5/2025 ) setelah diadakan acara pelepasan dan pamitan kepada tetangga serta saudara .

Marsahid naik ojek mengambil rute mulai dari rumahnya di Dukuh Gua lanjut ke Dukuh Pule, Dampak, Kenanom, , Kerok, Dosol , Gunung Tugel lewat Desa Lebak terus menuju ke kantor PDM Jepara untuk pelepasan dan pemeriksaan karena Marsahid beserta istri ikut KBIHU Muhammadiyah Jepara setelah itu diantar ojek menuju Pendopo Kabupaten Jepara untuk dilepas di Pendopo Kabupaten Jepara menuju asrama haji Donohudan Boyolali.

Dengan diantar ojek Marsahid diikuti oleh rombongan istrinya dan keluarga dengan mobil di belakang mengikuti alur yang dilalui Marsahid dengan ojek.

Ketika ditanya mengenai nadzarnya berangkat naik ojek Marsahid saat berangkat menuju Pendopo mengatakan, ” Saya perhatikan setiap orang berangkat haji selalu diantar dengan rombongan mobil. Lha kebetulan saya waktu baru kerja atau mengajar saya sering kumpul dengan teman – tenan ojek di pangkalan ojek Pasar Suwaluh Plajan saat itu alangkah indahnya kita berbagi rejeki dengan teman ojek . Saat itu saya kuatkan tekad  nadzar bila saya terpanggil untuk ibadah haji saya ingin berangkat dilepas keluarga dengan naik ojek, dan malam ini nadzar ini saya laksanakan,”.

Pihak keluarga mendukung hal ini menurut keterangan perwakilan pihak keluarga besar Marsahid – Sri Hartati, H. Sudarto pihak keluarga mendukung nadzar Marsahid selama nadzar ini baik  tidak bertentangan dengan adat dan agama. ” Dan nadzar ini harus dilaksanakan karena keinginan terwujud, kami dari pihak keluarga mendukung,” ujar H. Sudarto.

Hadepe-Edy Sulton