blank
Ketua PCNU Kota Semarang, Dr KH Anasom didampingi KH Hanief Ismail Lc, menyerahkan draf susunan SK kepada Wali Kota Semarang, Dr Agustina Wilujeng, di Kampus Unwahas. Foto: dok/unwahas

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Kiai Haji Sholeh Darat secara resmi diusulkan sebagai Pahlawan Nasional. Usulan itu ditandai dengan penyerahan draf susunan Surat Keputusan (SK) Tim Pengusulan.

Adapun SK itu diserahkan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Dr KH Anasom M Hum, kepada Wali Kota Semarang, Dr Agustina Wilujeng Pramestuti SS MM, di Kampus Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Sampangan, Semarang, Sabtu (10/5/2025).

Anasom didampingi Rais Syuriyah PCNU KH Hanief Ismail Lc, dan Seketaris Yayasan Wahid Hasyim Prof Dr KH Mudzakir Ali MA dan Rektor Unwahas Prof Dr Ir Helmy Purwanto. Wali Kota hadir didampingi Wakil Wali Kota, Ir H Iswar Aminuddin MT.

BACA JUGA: Delapan Orang WBP Lapas Semarang Terima Remisi Khusus Waisak

Penyerahan draf SK itu dilakukan, sebelum digelarnya Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional dengan tema, ‘Peran KH Sholeh Darat Dalam Menghadapi Kolonialisme’, di Gedung Dekanat Lantai 6 Kampus I Unwahas.

Dalam seminar yang dimoderatori Ketua Pergunu Jateng, Dr H Nur Kholid, menghadirkan dua pembicara, Dr KH Anasom MHum dan Prof Dr Mudzakir Ali. Hadir juga dalam kesempatan itu, keluarga besar keturunan KH Sholeh Darat, dan para pakar sejarah dari berbagai perguruan tinggi.

Pada kesempatan itu, Agustina Wilujeng menyatakan, jika KH Sholeh Darat bukan hanya ulama biasa, melainkan juga penjaga beradaban. Melalui kitab-kitab yang dimilikinya, menjadikan kebebasan umat dari kebodohan.

BACA JUGA: Polsek Sruweng Salurkan Sembako ke Penyandang Disabilitas

”Sudah sangat tepat, jika gelar Pahlawan Nasional disematkan kepada KH Sholeh Darat. Ini bukan tentang menghormati masa lalu, namun juga memperkuat identitas dan kebanggaan kita sebagai negara yang besar,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Unwahas Prof Dr Ir H Helmy Purwanto ST MT IPM menambahkan, jika pengusulan gelar Pahlawan Nasional itu menjadi langkah penting untuk menegaskan, bahwa perjuangan melawan penjajahan tidak hanya dilakukan melalui senjata, tapi juga lewat ilmu, pendidikan, dan dakwah.

”Sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keilmuan, Universitas Wahid Hasyim sepenuhnya mendukung proses ini. Semoga seminar ini menjadi batu pijakan penting, dalam proses pengakuan negara terhadap jasa besar KH Sholeh Darat, bagi umat dan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

BACA JUGA: Mendes PDT Panen Sorgum, Blora Jadi Pusat Pembenihan Nasional

Rektor juga menyebutkan, jika peran KH Sholeh Darat dalam mencerdaskan umat, serta membangkitkan semangat kebangsaan dan keislaman dalam menghadapi kolonialisme, patut dicatat dalam tinta emas sejarah bangsa.

Sedangkan Ketua PCNU Dr KH Anasom MHum dalam makalahnya memaparkan, KH Sholeh Darat merupakan salah satu ulama besar dari Semarang, yang memainkan peran penting dalam perjuangan intelektual melawan kolonialisme Belanda pada abad 19.

”Dia tidak hanya dikenal sebagai guru dari tokoh-tokoh besar, seperti RA Kartini dan Hasyim Asy’ari, tetapi juga sebagai pelopor pemikiran Islam, yang membangkitkan kesadaran umat terhadap penindasan penjajah, melalui pendekatan dakwah dan Pendidikan,’’ tegas Dosen Pascasarjana UIN Walisongo Semarang itu.

Riyan