
Menurut laporan dari Unit Intel Kodim 0611, ledakan susulan terjadi karena warga mendekati lokasi untuk mengambil sisa-sisa amunisi yang belum meledak. Ini yang diduga menjadi penyebab utama banyaknya korban jiwa.
Dua perwira menengah TNI yang gugur adalah Kolonel Cpl Antonius Hermawan dan Mayor Cpl Anda Rohanda. Mereka berada di lokasi saat insiden terjadi. Kemudian korban lainnya atas nama Kopda Eri Priambodo dan Pratu Aprio Setiawan.
Sedangkan korban warga sipil yang tercatat dalam daftar sementara di antaranya adalah Agus bin Kasmin, Ipan bin Obur, Anwar bin Inon, Iyus Ibing bin Inon, Iyus Rizal bin Saepuloh, Toto, Dadang, Rustiawan, dan Endang.
Dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa proses evakuasi dilakukan.
“Benar kejadian tersebut dan jumlah korban yang disampaikan oleh Pasi Intel. Keterangan masih dari pasi intel Kodim Garut dan saat ini Kares (Kapolres) Garut menuju lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Semua korban yang meninggal telah dibawa ke RSUD Pamengpeuk untuk proses identifikasi. Keluarga diminta segera ke rumah sakit untuk keperluan administrasi jenazah dan pemulangan.
Kejadian ini kini masih ditangani oleh aparat gabungan. Pihak TNI dan Polri belum menyimpulkan secara resmi apakah ada kelalaian dalam prosedur keamanan saat pemusnahan amunisi dilakukan.
wied













