WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Menyambut libur panjang Hari Raya Waisak 2569 Be (2025 M), Polres Wonogiri menggelar operasi gabungan skala besar. Hari pertama pelaksanaan operasi gabungan, menyasar pada kemunculan kreak dan menemukan bawaan minuman keras (Miras).
Patroli gabungan berskala besar ini, melibatkan pula jajaran TNI AD dari Kodim 0728, peleton Satpol-PP dan personel dari dinas terkait. Tujuannya, agar dalam libur panjang peringatan Hari Raya Tri Suci Wasik, berjalan aman, damai dan nyaman, dalam situasi Kamtibmas yang kondusif, serta terjauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Puncak peringatan Hari Raya Waisak jatuh pada Hari Senin (12/5/25). Umat Buddha memperingati Tri Suci Hari Raya Waisak 2569 BE. Yakni untuk memperingati kelahiran sang Buddha (Siddharta Gautama), memperingati puncak pencerahan sempurna yang diperoleh Siddharta Gautama di bawah pohon Bodhi, dan parinibbana Gautama di Kusinara.
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, berkaitan dengan peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak ini, dilakukan pengamanan secara gabungan. Diawali dengan menggelar apel siaga yang dilaksanakan Sabtu malam (10/5/25), yang diteruskan dengan patroli berskala besar.
Apel siaga ini dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Jarot Sungkowo, didampingi Wakapolres Kompol Parwanto bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Wonogiri. Peserta apel terdiri atas para personel Polres Wonogiri dari berbagai satuan, dengan melibatkan para prajurit TNI dari Kodim 0728/Wonogiri dan peleton Satpol-PP Wonogiri.
Kapolres Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo, mengatakan, apel siaga yang dilanjutkan patroli gabungan berskala besar ini, dalam rangka antisipasi gangguan Kamtibmas. Utamanya selama waktu long weekend yang berkaitan dengan peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE Tahun 2025, dan diberlakukannya libur panjang secara nasional di Tanah Air.
Premanisme
Kata Kapolres, operasi gabungan skala besar ini, berlangsung mulai Hari Sabtu (10/5/25) sampai dengan Hari Selasa (13/5/25). Operasi gabungan ini, sekaligus sebagai pelaksanaan Operasi Premanisme. Ini sesuai program nasional yang diintruksikan oleh Presiden untuk memberantas premanisme di Tanah Air.
Kapolres merasa, di wilayah Kabupaten Wonogiri tidak ada premanisme. Namun demikian, tetap dilakukan pemantauan. Manakala ditemukan ada kemunculan aksi premanisme, tetap akan dilakukan penindakan.
Adapun sasaran patroli skala besar antara lain parkir liar, pungli, tawuran, geng motor, kreak dan pemalakan. Pada mulanya, kata kreak hanya digunakan untuk menggambarkan gaya berpakaian atau perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan norma atau situasi. Namun, seiring waktu, makna kreak berkembang menjadi simbol perilaku negatif yang dilakukan oleh kelompok-kelompok remaja.
Menyikapi hal tersebut, dalam menggelar operasi gabungan berskala besar, diberlakukan cara bertindak melaksanakan patroli hunting dan penindakan langsung. “Penindakan dilakukan sesuai prosedur tindakan kepolisian dan perundang-undangan, sehingga tidak kontra produktif,” tegas Kapolres AKBP Jarot Sungkowo.
Pelaksanaan apel berlangsung tertib dan dilanjutkan dengan arahan teknis serta pembagian personel oleh Pamenwas Kabag Ren Polres Wonogiri. Yakni untuk melaksanakan patroli ke titik-titik strategis di wilayah Wonogiri. Apel kesiapsiagaan juga dilaksanakan oleh 25 Polsek Jajaran Polres Wonogiri dipimpin Kapolsek masing-masing.
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menambahkan, dari patroli hari pertama berhasil melakukan penyitaan minuman keras (miras) sebanyak 4 botol. Miras ini, disita dari suporter pada kegiatan Turnamen Coppa Futsal SMANDA GIRI Tahun 2025 di Gedung Olahraga (GOR) Giri Mandala Kabupaten Wonogiri. Tim gabungan juga melakukan pembinaan terhadap pengamen. Ada 3 orang pengamen yang dibina. Terdiri atas dua dari Kecamatan Wonogiri Kota dan satu dari Kecamatan Selogiri.
Kepada masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya melaporkan tindakan premanisme, melalui saluran pengaduan resmi yang telah disediakan lewat kontak telepon Call Center 110.(Bambang Pur)













