blank
Diskusi bersama antara pimpinan universitas dengan guru BK. Foto: UKSW

Mengenal UKSW

Tak hanya Nurcahyo Adi Prasetyo, Krisan Andreas Pramuaji, M.Pd., guru BK dari SMA Karangturi Semarang juga menyambut baik kegiatan ini. “Gathering ini menjadi jembatan bagi kami dari pihak sekolah untuk mengenal lebih dekat dengan UKSW. Termasuk jalur beasiswa dan berbagai program yang disediakan membantu mempermudah siswa masuk UKSW,” bebernya.

Alumni Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UKSW angkatan 2007 ini mengungkapkan bahwa peran guru BK sangat strategis dalam memberikan bimbingan karier kepada para siswa termasuk mengarahkan mereka memiliki jurusan yang sesuai dengan minat dan potensinya. “Saya bersyukur bisa kembali mengikuti acara yang diselenggarakan oleh almamater tercinta. Informasi yang diterima dalam acara menjadi modal bagi kami untuk disampaikan kepada para siswa,” katanya.

Krisan Andreas Pramuaji, berharap kerja sama yang terjalin antara sekolah dan UKSW tidak hanya seputar penerimaan mahasiswa baru, melainkan mulai melakukan pendampingan kepada siswa melalui penyelenggaraan seminar atau workshop yang melibatkan dosen-dosen UKSW.

Gathering Guru BK ini merupakan upaya UKSW untuk berkontribusi dalam Sustainable Development Goals (SDGs) ke- 4 pendidikan berkualitas dan ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 28 Prodi Unggul dan A.

Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.

Ning S