
Sejalan dengan semangat tersebut, Dinas Pendidikan juga memperkenalkan program literasi digital bertajuk “Disdik Berkarya”. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Tim Cyber AI, Tanoto Foundation, dan guru-guru Semarang, yang telah menghasilkan 44 cerita anak berbasis kearifan lokal.
Cerita-cerita ini disajikan dalam format perpustakaan digital sebagai media pembentuk karakter yang menarik dan mudah diakses oleh generasi muda.
“Lewat tari, lagu, literasi digital, dan sistem pendidikan yang semakin tertata, kami ingin menumbuhkan ekosistem pendidikan yang kuat, merata, dan penuh semangat inovasi,” ungkap Iswar.
Ia juga mengapresiasi peran CSR di bidang pendidikan yang kian aktif dan berdampak, terutama dalam mendukung anak-anak dari latar belakang keluarga kurang mampu.
Peringatan Hardiknas ini menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan bukanlah kerja satu pihak saja. “Melalui semangat gotong royong, Kota Semarang siap mencetak generasi tangguh, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan,” pungkas Iswar.
Hery Priyono













