KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen telah menyalurkan Dana Desa (DD) tahap I untuk 115 desa pada Selasa 29 April 2025.
Penyaluran tersebut sekaligus menepis anggapan penyaluran Dana Desa di Kebumen paling lambat di Jawa Tengah.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kebumen Aden Andri Susilo Rabu (30/4) mengungkapkan, Pemkab telah mentransfer DD tahap I Earmark hasil cetakan Aplikasi OMSPAN tahun 2025 sebesar Rp 25.751.872.536,00.
Selain itu, pihaknya juga telah mentransfer DD tahap I Non Earmarked dari Aplikasi OMSPAN sebanyak Rp30.826.827.584,00.
Yang dimaksud Earmarked adalah DD yang penggunaannya sudah ditentukan atau dialokasikan untuk tujuan tertentu dari Pemerintah Pusat.
Sedangkan Non Earmarked, yaitu DD yang penggunaannya tidak ditentukan dan dapat dialokasikan sesuai Surat Edaran Bupati yang disinergiskan dengan kebutuhan dan potensi desa.
Menurut penjelasan Aden, contoh DD Earmarked dapat digunakan untuk program pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, penguatan desa yang adaptif terhadap perubahan iklim, promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan skala desa termasuk stunting, pengembangan potensi dan keunggulan desa, pemanfaatan teknologi informasi, dan pengembangan berbasis padat karya tunai desa dan bahan baku lokal.
Sedangkan Non Earmarked bisa digunakan untuk berbagai kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa, seperti pengembangan BUMDes, pembangunan sarana dan prasarana, atau pengembangan ekonomi lokal .
Aden menerangkan, DD tersebut telah ditransfer ke rekening desa. Dengan perincian, yakni Kecamatan Klirong ada 20 desa, Buluspesantren 21 Desa, Prembun 13 Desa, Kuwarasan 22 Desa, Gombong 12 Desa, Sadang 7 Desa, Bonorowo 11 Desa, dan Padureso 9 Desa.
“Insya Allah sore nanti (Rabu, 30/4) kita transfer lagi ke 21 desa. Jadi hari ini nambah menjadi 136 desa yang sudah kita transfer,”imbuhnya.
Sementara itu Kepala Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong M Baequni membenarkan bahwa desanya sudah mendapat transferan DD tahap I. Dana tersebut masuk rekening desa.”Ya benar sudah cair kemarin, Desa Kedungwinangun baru dapat 50 persen,” ujarnya.
Baequni menyebut, total DD Desa Kedungwinangun sebanyak Rp 1,2 Miliar. Namun Namun, saat ini penyaluran DD tahap I yang diterima baru 50 persen.
“Pengajuan DD tahap berikutnya biasanya setelah DD tahap satu sudah di realisasikan. Sekitar Agustus pengajuan. September mulai pada turun lagi,”terang Baequni.
Baequni menyatakan, DD tersebut bakal digunakan sesuai peruntukannya, seperti untuk ketahanan pangan, perlidungan sosial, stunting, pemberdayaan masyarakat, dan juga infastruktur. “Beberapa memang sudah ada ketentuan dari pusat, 30 persen untuk BLTDD, maksimal 15 persen untuk ketahanan pangan,”ucap Baequni.
Sebelumnya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kebumen Cokro Aminoto menjelaskan, proses penyaluran DD dimulai dari Pemerintahan Desa mengajukan permohonan penyaluran DD ke Dinas PMD Kabupaten dengan kelengkapan data dan persyaratan tertentu yang selanjutnya dilakukan entry pada aplikasi OM-SPAN.
“Setelah itu baru dilakukan proses pengajuan permohonan penyaluran Dana Desa ke BPKPD. Di BPKPD dilakukan penerimaan dokumen, verifikasi dan validasi yang selanjutnya dilakukan pengajuan ke KPPN Purworejo melalui aplikasi OM-SPAN,”ujar Cokro.
Jika data sudah diterima, lanjut Cokro, KPPN akan melakukan verifikasi dan validasi, dan terakhir KPPN akan melakukan penyaluran Dana Desa ke Rekening Kas Desa.
Komper Wardopo













