Kejadian ini, berlangsung Jumat siang (25/4/25) Pukul 12.15, bersamaan umat Islam masih menjalankan ibadan Sholat Jumat. Rumah yang jadi amukan jago merah ini, adalah milik Roch Effendi di tepi Jalan Ahmad Yani yang merupakan ruas jalan raya Wonogiri-Solo Kilometer (KM) 1,5. Tepatnya di RT 03/RW 02, Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Kota Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng).
Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri, Joko Susilo dan Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Joko Prayitno, melalui Koordinator Markas Induk Damkar Pemkab Wonogiri Sriyanto Kembo, menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut. Penghuni rumah sempat menyelamatkan diri keluar ke arah depan, sambil berteriak-teriak minta pertolongan kepada para tetangga.
Begitu menerima kontak permohonan pemadaman, langsung dikirim 4 unit mobil brandweer Damkar dari markas induk ke lokasi. Menerjunkan sebanyak 15 orang personel fireman. Lokasi kebakaran berada di perkampungan padat hunian. Kobaran api cepat dapat dikendalikan, tanpa meluas ke rumah di dekatnya. Api kebakaran hanya meludeskan rumah gudang yang berada di sisi belakang.
Proses pemadaman berlangsung sampai Pukul 13.00, mendapatkan bantuan dari Polsek Wonogiri Kota dan Polres Wonogiri masing-masing sebanyak enam personel. Juga dibantu oleh Anggota TNI AD dari Koramil-01 Wonogiri Kota dan teknisi dari PLN, masing-masing 2 orang, dan dari warga masyarakat sekitar.
Konsleting
Petugas menerima penjelasan dari Saksi Ny Suratmi (57), penjaga rumah tersebut, bahwa kejadiannya diawali oglangan atau listrik padam. Saat itu dia tengah berada di dalam kamar, mendadak akses Ponselnya terhenti. Suratmi segera ke luar kamar bertanya ke anaknya, Martinus Niko Satriyo (22), mengenai penyebab Wifi Ponsel yang mati.
Bersamaan itu, keduanya mencium aroma gosong, dan saat mengecek ke bagian belakang, rumah gudang sudah mengepulkan asap pekat, disertai jilatan nyala api yang berkobar. Kejadian ini, segera diberitahukan ke suaminya, dan semua penjaga rumah tersebut pada berhamburan lari menyelamatkan ke arah depan, dengan lebih dulu membawa serta dokumen surat-surat penting.
Para penjaga rumah tersebut, berteriak-teriak minta pertolongan tetangga, dan kemudian dilakukan kontak permohonan bantuan pemadaman ke Markas Induk Damkar Wonogiri. Musibah kebakaran ini membuat panik warga masyarakat, utamanya di wilayah Wonokarto, Wonogiri yang merupakan kawasan padat hunian.
Kebakaran di Wonokarto Kota Wonogiri ini, menjadi musibah amukan jago merah yang Ke-15 kalinya di Kabupaten Wonogiri selama kuartal pertama di Tahun 2025 ini. Jumlah 15 kali musibah kebakaran ini, terbatas yang tercatat karena meminta bantuan pemadaman ke Damkar.
Menyikapi seringnya terjadi musibah kebakaran, pihak Damkar Pemkab Wonogiri, mengimbau, agar masyarakat meningkatkan sikap berhati-hati dalam mengelola api. Termasuk cermat dalam pemasangan jaringan listrik di dalam rumah, dapur dan gudang. Sikap hati-hati bertujuan sebagai upaya menghindarkan terjadinya musibah kebakaran.(Bambang Pur)













