
Beasiswa ini mencakup berbagai aspek pendukung akademik, termasuk biaya kuliah penuh untuk program sarjana, magister, dan doktoral, biaya hidup, akomodasi, kursus bahasa Indonesia selama satu tahun, serta fasilitas penjemputan dari bandara terdekat.
Selama menjalani studi, mahasiswa asing akan mendapatkan pendampingan akademik dan penguatan soft skills guna memastikan keberhasilan studi mereka di UKSW. Sebagai bagian dari adaptasi budaya dan akademik, mahasiswa asing diwajibkan untuk mengikuti kursus bahasa Indonesia di Language Training Center (LTC) UKSW selama satu tahun.
Dengan terlaksananya program ini, UKSW semakin memperkokoh posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mewujudkan visi sebagai universitas berorientasi global.
Komitmen ini sejalan dengan status UKSW sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul yang telah berdiri sejak 1956, dengan 15 fakultas dan 63 program studi jenjang D3, D4, S1, S2, dan S3. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal sebagai Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keberagaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai penjuru nusantara dan mancanegara.
UKSW juga mengusung semangat Creative Minority, sebuah konsep yang menegaskan peran komunitas akademiknya sebagai agen transformasi yang mampu menciptakan perubahan dan menginspirasi masyarakat. Melalui program SWIS, UKSW tidak hanya memperkuat jaringannya di tingkat global, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas, SDGs 10 tentang mengurangi kesenjangan, dan SDGs 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Ning S













