
Upaya Alfamart tidak berhenti pada penanaman. Bersama Yayasan Lindungi Hutan, Alfamart akan memantau pertumbuhan pohon dan menghitung kemampuan serapan karbon dari mangrove-mangrove tersebut. Langkah ini memperkuat komitmen Alfamart bahwa inisiatif hijau harus memiliki dampak terukur dan berkelanjutan.
Sebagai gambaran, satu pohon mangrove mampu menyerap rata-rata 8 kg CO₂e per tahun. Dalam 10 tahun ke depan, total 26.000 pohon mangrove yang ditanam Alfamart di tahun 2025 diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 2.000 ton CO₂.
Jika ditambah dengan 25.000 pohon yang telah ditanam sebelumnya pada tahun 2024 di Muara Gembong, Bekasi, maka total 51.000 pohon mangrove Alfamart berpotensi menyerap lebih dari 4.000 ton CO₂ dalam satu dekade ke depan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang diwakili Kepala DLH Kota Semarang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi Alfamart dalam menyelamatkan kawasan pesisir yang mengalami kerusakan akibat abrasi.
“Hutan mangrove sangat vital. Ia bukan hanya melindungi pesisir dari abrasi, tapi juga menjadi rumah bagi beragam satwa. Atas nama Pemerintah Kota Semarang, kami mengucapkan terima kasih kepada Alfamart atas kepedulian dan kontribusinya,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya peran sektor swasta dalam memperkuat agenda pembangunan berkelanjutan. “Kolaborasi semacam ini adalah bentuk sinergi ideal antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun kota yang tangguh dan ramah lingkungan,” lanjutnya.
Program pelestarian mangrove ini menjadi bagian dari rangkaian inisiatif hijau yang lebih luas. Alfamart secara konsisten menjalankan langkah nyata untuk keberlanjutan lingkungan, seperti penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 32 kantor cabang dan gudang distribusi.
Lalu ada penyediaan swap stations battery di lebih dari 600 gerai untuk mendukung sepeda motor listrik. Ada juga kampanye nasional pengurangan kantong plastik sekali pakai.
Termasuk program berkelanjutan pemberdayaan Kampung Alfamart Sahabat Bumi, yang mengedepankan ekonomi sirkular berbasis kearifan lokal dan pengelolaan lingkungan.













