blank
Sutrisno instruktur dari YHayasan Peluk Jep[ara saat memberikan pelatihan ukir. Foto: Dok. SMAN 1 Jepara

JEPARA (SUARABARU.ID) – Ada yang menarik di aula SMAN 1 Jepara April 21 April 2025 SIANG. Sebab dalam rangka peringatan Hari Kartini dan Hari Jadi Jepara tahun 2025,  sekolah ini menyelenggarakan workshop seni ukir bagi 476 siswa-siswinya. Uniknya para peserta yang sebagian besar pelajar putri masih mengenakan kebaya yang dikenakan saat upacara peringatan hari Kartini pagi harinya.

blank
Plt Kepala SMAN 1 Jepara Ida Fitriningsih, S.Pd., M.Pd saat membuka workshop seni ukir. Foto: Foto: Hadepe

Kegiatan dengan tema melestarikan ukir, melestarikan budaya bangsa ini dibuka oleh Plt Kepala SMAN 1 Jepara Ida Fitriningsih, S.Pd., M.Pd dan dihadiri juga oleh sejumlah guru pendamping.

Dalam pelatihan ini, SMAN 1 Jepara menggandeng Yayasan Pelestari Ukir Jepara (Yayasan Peluk Jepara) yang menghadirkan 4 narasumber yaitu Hadi Priyanto, Sutarya, Suyoto, dan Sutrisna.

blank
Sutarya dari Yayasan Peluk Jepara saat memberikan materi workshop di SMAN 1 Jepara. Foto: Hadepe

Dalam sambutannya Plt Kepala SMAN 1 Jepara Ida Fitriningsih menegaskan kekayaan budaya Jepara yang sangat bernilai adalah seni ukir yang bukan saja telah menjadi kekuatan ekonomi daerah tetapi juga memperkenalkan Jepara dipanggung internasional.

“Seni ukir tidak boleh punah. Karena itu melalui workshop ini diharapkan kepada siswa agar mengenal dan kemudian mencintai seni ukir yang telah menjadi kekuatan budaya Jepara,” tegas Ida Fitriningsihh.

blank
Suyoto dari Yayasan Peluk Jepara saat melatih peserta workshop seni ukir. Foto: Hadepe

Menurut Ida Fitriningsih, seni ukir juga harus mengadopsi teknologi ukir yang dikenal dengan sebutan CNC hingga bisa dikerjakan dengan cepat dan lebih efisien. Namun demikian sentuhan ukir tangan masih perlu diberikan agar memiliki perbedaan dengan produk-produk ukir lainnya

Sementara ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Hadi Priyanto memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan oleh SMAN 1 Jepara yang menjadikan seni ukir sebagai salah satu cara untuk memperingati hari Kartini dan hari jadi Jepara.

blank
Ketua Yayasan pelestari Seni Ukir Jepara ketima menyampaikan materi seni ukir dan peran RA. Kartini dalam mengembangkannya. Foto: Suyoto

“Kartini dan Ratu Kalinyamat dalam catatan sejarah memang memiliki peran besar terhadap seni ukir,” ujar Hadi. Terkait dengan peran Kartini menurut Hadi Priyanto sangat besar dalam  mengembangkan dan memasarkan seni ukir di pasar internasional, mulai mengikutkan dalam pameran seni di Belanda, pembinaan  pengrajin, memasarkan  hingga mendapatkan pasar internasional,” pungkas Hadi.

Hadepe