blank
Anggota DPR RI Sofwan Dedy Ardiyanto ketika membuka pentas seni Barisan Hok Ya di Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

“Saat ini Pemprov Jateng tengah menyusun Perda soal SOTK. Kebudayaan yang sebelumnya masuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan bergeser menjadi Dinas Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif. Seni budaya tidak sekadar warisan yang perlu diuri-uri tapi harus bisa menjadi media untuk mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.

Sektor kebudayaan, lanjutnya, tidak cukup hanya ditampilkan. Tapi harus juga bisa membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitarnya. Seni budaya masuk bidang ekonomi kreatif karena bisa memberdayakan pelaku seni, pedagang keliling dan pelaku UMKM bidang seni dan budaya. Jika seni budaya hidup maka ekonomi kreatif akan bergeliat.

Sementara itu, Komandan Barisan Hok Ya Jawa Tengah Muhammad Isnaeni menyebutkan setiap daerah punya potensi seni budaya yang luar biasa. Di Wonosobo sendiri terdapat ratusan kelompok seni tradisional. Kelompok seni tersebut selama ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Maka kami yang merupakan wakil rakyat dari PDI Perjuangan ingin mengembangkan dan memberdayakan kelompok kesenian tradisional tersebut. Kelompok kesenian yang kami kembangkan melebur menjadi Barisan Hok Ya. Ternyata mereka mampu bersatu, berkembang dan memberdayakan diri seperti sekarang ini,” tandasnya.

Muharno Zarka