blank
Petinggi Desa Bantrung, Nur Soleh dan Ketua Tanfidziyah PRNU Bantrung, K. Suyono bersama jajaran pengurus. Foto: Nurul Huda

JEPARA (SUARABARU.ID) – Pemerintah Desa Bantrung menggelar kegiatan halalbihalal yang dikemas dalam bentuk Lailatul Ijtima’, bekerja sama dengan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Bantrung. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi momen pembinaan bagi para pengurus nadzir masjid dan musala se-Desa Bantrung.

Dalam sambutannya, Petinggi Desa Bantrung, Nur Soleh, menyampaikan apresiasi kepada PRNU Bantrung atas dedikasinya dalam memberikan pendidikan dan pengajaran keagamaan kepada warga desa. Ia juga meminta agar kegiatan Lailatul Ijtima’ dapat dijadwalkan rutin setiap tahun pada bulan Syawwal dan dilaksanakan di Balai Desa Bantrung.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tanfidziyah PRNU Bantrung, K. Suyono, menjelaskan bahwa Lailatul Ijtima’ memang rutin diadakan setiap selapan atau 35 hari sekali, secara bergilir di masjid dan musala se-Desa Bantrung. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana peningkatan pemahaman keagamaan bagi masyarakat.

blank
Halalbihalal yang dikemas dalam bentuk Lailatul Ijtima’, yang digelar Pemdesa Bantrung bekerja sama dengan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Bantrung

Acara Lailatul Ijtima’ kali ini diselenggarakan di Aula Balai Desa Bantrung dan dihadiri oleh para pengurus PRNU Bantrung, nadzir masjid dan musala, pengurus RT dan RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Kegiatan inti dalam Lailatul Ijtima’ adalah pengajian kitab fikih dan tasawuf yang diasuh oleh K. Khotibul Umam dan KH. Sidqon Famulaqih. Usai pengajian, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab seputar materi yang dibahas, serta problematika fikih yang berkembang di masyarakat.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga, yang berharap tradisi Lailatul Ijtima’ terus dilestarikan sebagai sarana mempererat ukhuwah dan meningkatkan wawasan keagamaan.

Hadepe – Nurul Huda