blank
Jemaat GKJ Purwodadi terlihat khusyuk mengikuti Kebaktian Kamis Putih walaupun mendapatkan tempat duduk di halaman gereja. Foto: Tya Wiedya

Sementara itu Ki Atma mengatakan, momentum Kamis Putih ini diingatkan bahwa ketika beribadah seperti saat ini adalah panggilan untuk mati, yakni mati dari jati diri yang palsu. Jati diri yang palsu mewujud dengan perasaan belum cukup dikasihi.

“Perasaan belum cukup dikasihi itu adalah dosa, berakibat rusaknya relasi dengan Tuhan, diri sendiri, sesama dan alam,” ungkap Ki Atma.

Tya Wiedya