MAGELANG (SUARTABARU.ID) – Lima kabupaten di Jateng dipastikan ikut berpartisipasi baik mengisi kesenian maupun membuka stan pada acara Getuk Expo dan Grebeg Getuk yang berlangsung 12-13 April 2025.
Grebeg Getuk merupakan merupakan sendratari kolosal yang digelar setiap tahun pada setiap peringatan Hari Jadi Kota Magelang.
Empat kabupaten yang mengirim kesenian adalah Kabupaten Sragen, Temanggung, Kabupaten semarang dan Kabupaten Kebumen, sedang Kabupaten Magelang berpartisipasi membuka stan.
Memperingati Hari Jadi Ke 1110 Kota Magelang, pemkot setempat menggelar berbagai kegiatan. Selain Getuk Expo dan Grebeg Getuk, juga ziarah ke makam Wali Kota Magelang periode sebelumnya, reli mobil kuno dan berbagai acara kesenian lainnya, termasuk pagelaran wayang kulit.
Prosesi Grebeg Getuk dilaksanakan sejak 2006 dan menjadi ikon budaya Kota Magelang. Kegiatan tersebut sebagai stimulan perkembangan dan menggeliatkan seni budaya di Kota Magelang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Imam Baihaqi menjelaskan, pada momentum peringatan Hari Jadi ke-1119 Kota Magelang, terdapat dua buah gunungan getuk yang akan digerebek. Ditambah dengan 17 gunungan palawija yang berasal dari masing-masing kelurahan.
Selain gunungan getuk, dalam kegiatan tersebut juga dimeriahkan oleh getuk expo. “Getuk expo-nya berlangsung selama dua hari, 12-13 April 2025. Sedangkan grebeg getuk pada Minggu, 13 April 2025 di Alun-alun Kota Magelang,” ujarnya, Rabu (9/4).
Sebelum dua gunungan getuk yaitu gunungan laki-laki dan gunungan perempuan digerebek, ada tarian kolosal ‘Babar Mahardika’. Seusai itu dilanjutkan penonton menggerebek dua gunungan getuk itu serta 17 gunungan palawija.
“Dua gunungan getuk laki-laki dan perempuan itu melambangkan kesuburan, proses tumbuh dan berkembang dengan tinggi 2,5 meter dan diameter 2 meter,” terangnya.
Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kota Magelang Sugeng Priyadi menambahkan, total ada dua kuintal getuk yang ditata pada dua gunungan tersebut. Namun, dia tidak tahu persis dua kuintal itu menjadi berapa buah getuk yang ditempelkan pada gunungan. Getuk tersebut dibuat oleh sejumlah perajin di Kota Magelang.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, gerebek getuk kali ini terdiri dari dua gunungan besar dan 17 gunungan palawija. “Tahun lalu hanya satu gunungan besar dan empat gunungan kecil untuk memecah keramaian supaya warga tidak hanya fokus di satu gunungan,” terangnya..
Tahun ini lanjut Sugeng, dikembalikan ke filosofi awal dengan menghadirkan dua gunungan, laki-laki dan perempuan yang melambangkan kesuburan. “17 gunungan palawija itu melambangkan upeti dari warga dan dikembalikan kepada warga,” ujarnya
Doddy Ardjono













