blank
Pesona alam Pantai Ayah salah satu keunggulan Geopark Kebumen lolos menjadi UNESCO Global Geopark.(Foto:SB/BP Geopark Kebumen)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Kabar menggembirakan datang dari General Manager Geopark Kebumen Sigit Tri Prabowo, Minggu (8/9).

Setelah melalui perjuangan panjang dan kolaborasi berbagai pihak, Geopark (taman bumi) Kebumen akhirnya memperoleh rekomendasi lolos masuk UNESCO Global Geopark (UGGp).

Masuknya UGGp merupakan prestasi luar biasa bagi Pemkab Kebumen karena sudah berhasil membuat Kebumen go international atau mendunia melalui warisan taman bumi atau geopark.

General Manager Badan Pengelola Geopark Kebumen Sigit Tri Prabowo mengungkapkan, masuknya Geopark Kebumen dalam UGGp diputuskan melalui Sidang Dewan UGGp di Cao Bang, Vietnam, Minggu (8/9).

“Alhamdulillah puji syukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, seluruh anggota Dewan UGGp yang berasal dari 11 negara secara bulat telah memutuskan menerima Geopark Kebumen sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark,”ujar Sigit, Minggu (8/9).

Sigit menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kebumen Arif Sugiyanto yang mempunya komitmen tinggi memperjuangkan Geopark Kebumen masuk UGGp. Bahkan hal itu juga mendapat respons elemen masyarakat melalai berbagai dukung.

blank
Asesor dari Perancis dan Cina mendatangi Benteng Vander Wijck di Gombong baru-baru ini.(Foto:SB/BP Geopark Kebumen)

“Tanpa komitmen kepala daerah dan jajarannya, sulit rasanya kita untuk masuk UGGp. Alhamdulillah berkat dukungan dan kerja keras seluruh masyarakat Kebumen, impian itu akhirnya tercapai,”ujarnya.

Menurut Sigit, keputusan itu akan disampaikan secara resmi kepada UNESCO untuk ditindaklanjuti dengan penetapan dan penyerahan Piagam UGGp.”Saya kira ini adalah kado terindah untuk seluruh masyarakat Kebumen,”ucapnya.

Sigit menyebut, pihaknya belum lama ini telah mengajukan Geopark Kebumen masuk dalam UGGp. Hal ini ditandai dengan kunjungan Tim Asesor UGGp Andreas J Schuller dari Jerman dan Sarina dari Cina yang datang langsung ke Geopark Kebumen untuk melakukan penilaian di lapangan.

Tim asesor melakukan penilaian lapangan selama tiga hari. Tempat-tempat yang  dikunjungi yakni situs-situs di kawasan Geopark Kebumen, baik itu situs geologi, budaya, kerajinan dan ekonomi rakyat, mengunjungi geosite Watukelir, Gunung Parang, dan Cangkring.

Kemudian ke Barat mengunjungi situs budaya benteng Van der Wijck Gombong, dan anyaman daun pandan di Karanganyar, lalu berlanjut ke Gua Jatijajar, hutan Mangrove Ayah, Pantai Menganti, konservasi tukik di Kaliratu.

Termasuk ke Pabrik Genteng Sokka, Pemandian Air Panas Krakal, lalu ke Galeri Geopark di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kebumen, serta ke museum gerabah di Kutowinangun.

“Yang dinilai para asesor ini berkaitan dengan warisan geologi. Bagaimana masyarakat sadar dan terlibat dalam pelestarian situs-situs geologi. Kemudian dampak dari adanya geopark, sejauh mana adanya geopark Kebumen bisa membawa peningkatan kesejahteraan masyarakat,”terangnya.

Secara terpisah Bupati Kebumen Arif Sugiyanto turut menyampaikan selamat atas pencapaian luar biasa dengan masuknya Geopark Kebumen menjadi bagian dari UGGp. Ia berhadap prestasi ini menjadi tonggak kebangkitan Kabupaten Kebumen.

“Masuknya Geopark Kebumen menjadi bagian dari UGGp harus bisa memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena ini menjadi tujuan awal kita dalam berjuang menjadikan Geopark Kebumen masuk Unesco Global Geopark,” ujar Arif Sugiyanto.

Menurut Bupati, perlu komitmen semua pihak baik Pemerintah, BP Geopark dan masyarakat dalam menjaga warisan geologi, hayati dan budaya yang masuk dalam Geopark Kebumen agar tetap lestari dan membawa keberkahan hingga generasi selanjutnya.

Komper Wardopo