Caranya melawannya, tandas Amir, adalah menunjukkan tanggung jawab profesi, melalui produk jurnalistik yang akuntabel dan melalui langkah verifikasi. Dan ini hanya bisa dilakukan dengan semangat kemampuan teknis, sekalgus etis.

Jangan Rontok

Sementara itu, Direktur Pers Pancasila PWI Pusat Sihono Harto Taruno mengapresiasi dan memuji kemampuan peserta UKW yang semuanya kompeten.

Hanya saja, di tengah kegembiraannya menguji UKW ini dia mengaku terusik karena ada diantara peserta yang masih menghadapi tantangan dalam kehidupan, yaitu keterbatasan logistik dan kesejahteraan. Meskipun demikian, dia mengajak idealisme wartawan jangan rontok oleh persoalan kesejahteraan.

blank
Peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan PWI Jateng bekerja sama dengan Diskominfo Jateng sedang mengerjakan tugasnya. Foto: R. Widiyartono

”Tenang saja, rezeki itu ada yang mengatur. Kalau kita bersikap profesional, tentu kita bisa melewati rintangan,” pesan mantan ketua PWI DI Yogyakarta itu.

Sementara itu, ketika menyampaikan kesan dan pesan di acara penutupan, perwakilan wartawan muda Fadia Haris Nur Salsabila mengaku dirinya mendapatkan pengalaman yang berharga bersama rekan-rekan yang luar biasa.

”Seperti kata Pak Is (dosen penguji Isdiyanto), bahwa UKW tak hanya menguji kemampuan teknis dalam menulis berita, tapi juga kita mendapatkan highlight tentang nilai-nilai jurnalistik. Dan itu harus seumur hidup. Pokoknya seru, tapi menegangkan juga,” kata Fadia.

Sedangkan perwakilan wartawan Utama, Dian Chandra Teguh Budianto mengaku bersyukur bisa mendapatkan pengalaman dari UKW. Di uji kompetensi ini, dia mendapatkan ilmu tentang bagaimana seorang wartawan itu mengolah informasi dan menentukan sikap apakah layak siar atau tidak.

Ning S