blank
Kepala BPS Grobogan, Anang Sarwoto saat memberikan penjelasan terkait hasil pencacahan lengkap sensus pertanian 2023 Tahap 1. Foto : tya wiedya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Badan Pusat Statistik (BPS) Grobogan merilis Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023 Kabupaten Grobogan Tahap I. Perilisan tersebut dilaksanakan di Firdausia Ballroom Kyriad Grand Master Hotel pada Selasa, 12 Desember 2023.

Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023 Tahap 1 Kabupaten Grobogan untuk Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) yakni 281.902 rumah tangga. RTUP naik 6,72 persen dari Sensus Pertanian 2013 lalu.

Sementara Jumlah Usaha Pertanian Perorangan (UTP) pada tahun 2023 mencapai 289.197 unit. Dibandingkan dengan RTUP, angka UTP di Kabupaten Grobogan ini turun 14,30 persen dari Sensus Pertanian 2013.

Konservasi Fosil Gajah Stegodon di Gabus Grobogan Diusulkan ke Kemendikbudristek

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Kepala BPS Grobogan, Anang Sarwoto, saat menjelaskan tentang Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023 Tahap 1 di Kabupaten Grobogan.

“Cakupan subsektor pada Sensus Pertanian 2023 ini yakni Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Perikanan, Peternakan, Kehutanan dan Jasa Pertanian. Sementara cakupan usaha pertanian meliputi Usaha Pertanian Perorangan (UTP,” jelas Anang Sarwoto.

Sementara, untuk cakupan wilayah, meliputi usaha pertanian lainnya (UTL) dan seluruh wilayah Indonesia (perkotaan dan pedesaan).

“Usaha pertanian di Kabupaten Grobogan mencakup tiga jenis usaha yang berperan penting dalam ketersediaan dan ketahanan pangan. Ketiga jenis usaha pertanian tersebut yaitu Usaha Pertanian Perorangan (UTP), Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB), Usaha Pertanian Lainnya (UTL),” jelas Anang.

Anang mengungkapkan, berdasarkan hasil Sensus Pertanian (ST) 2023, wilayah Kecamatan Pulokulon, Karangrayung dan Toroh merupakan kecamatan dengan jumlah UTP paling banyak. Kecamatan Pulokulon terdapat 24.857 unit, sementara Karangrayung 23.471 unit dan Toroh 22.924 unit.

Pada Sensus Pertanian 2023 ini, usaha pertanian perorangan subsektor tanaman pangan sebanyak 220.901 unit, peternakan 176.319 unit, hortikultura sebanyak 106.899 unit, kehutanan sebanyak 37.039 unit, perkebunan sebanyak 13.05` unit, jasa pertanian sebanyak 6.080 unit dan perikanan sebanyak 2.412 unit.

“Penurunan terbesar adalah subsektor kehutanan yaitu berkurang 40.348 rumah tangga disusul dengan subsektor hortikultura yakni 23.831 rumah tagga dan subsektor perkebunan sebanyak 12.225 rumah tangga,” ujar Anang.

Subsektor yang paling banyak diusahakan RTUP adalah tanaman pangan dengan jumlah 217.815 ruah tangga disusul peternakan dengan jumlah 173.956 rumah tagga, dan hortikultura sebanyak 106.077 rumah tangga.

Anang menjelaskan, kesimpulan pada hasil pencacahan lengkap sensus pertanian Kabupaten Grobogan yakni Jumlah Usaha Pertanian Perorangan sebanyak 289.197 unit, turun menjadi 14,3 persen dari tahun 2013.

Kemudian, jumlah Perusahaan Pertanian Berbedan Hukum (UPB) sebanyak dua unit berkurang menjadi satu unit atau turun enjadi 33,3 persen dari tahun 2013 dan jumlah usaha pertanian lainnya sebanyak 43 unit bertambah menjadi 38 unit atau mengalami kenaikan sebanyak 76,0 persen dari tahun 2013.

Jelang Natal dan Tahun Baru, 134 Botol Miras Ilegal Disita Aparat Polsek Grobogan

Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian atau RTUP hasil ST 2023 di Indoensia sebanyak 28.237.832 rumah tangga atau naik sekitar 8,04 oersen dibandingkan pada tahun 2013.

“Perencanaan pembangunan, khususnya perencanaan pembangunan di bidang pertanian harus dilakukan secara matang dan teliti, karena itu dibutuhkan data di bidang pertanian yang lengkap, aktual, dan dapat dipercaya,” jelas Anang.

blank
Kepala BPS Grobogan Anang Sarwoto bersama dengan Ketua Tim Sensus Pertanian 2023, Bambang. Foto : Tya Wiedya.

“Dengan dilaksanakan Sensus Pertanian 2023 ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan data pertanian dari berbagai kalangan, baik pemerintah maupun swasta dalam pengambilan kebijakan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Tim Sensus Pertanian 2023, Bambang mengatakan, sebelum dilakukan Sensus Pertanian 2023 di Kabupaten Grobogan dilakukan berbagai tahapan yakni tahapan persiapan yang dimulai dengan mempelajari World Programme for The Census of Agriculture (WCA) 2020, kemudian penyiapan instrumen, uji coba dan gladi kotor pada 2021.

Di tahun 2023 dilakukan pemutakhiran kerangka geospasial dan muatan wilayah kerja statistik, gladi bersih, updating direktori perusahana pertanian dan usaha pertanian lainnya, kemudian dilakukan kick off publisitas.

“Pelaksanaan lapangan diawali dengan rekrutmen dan pelatihan petugas, pencatatan lapangan lengkap, pelaksanaan post enumeration, dan diseminasi tahap 1. Dalam diseminasi tahapan yang dilakukan yakni pelaksanaan survei ekonomi pertanian, diseminasi tahap 2 dan pelaksanaan survei produksi dan lingkungan pertanian,” jelas Bambang.***

Tya Wiedya