“Sekarang dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pengecekan, untuk mengetahui penyebab kematian bayi,” kata Suhari.

Seorang saksi mata, Sri Murdiati mengungkapkan awal mula penemuan bayi tersebut. Bayi itu ditemukan oleh anak-anak yang sedang mencari ikan yang melihat bayi dengan kondisi berada di air berada di sungai kecil, bayi tersebut terlihat pucat, tali pusarnya tersangkut di paralon.

“Tidak tahu asal-mulanya, tiba-tiba di situ. Tadi ada anak kecil yang cari ikan tiba-tiba bilang, mbak ada bayi ada bayi, terus saya lihat bayi atau boneka, ternyata bayi,” ujar Sri Murdiati.

Setelah memastikan bahwa itu bayi, Sri Murdiati  meminta bantuan kepada warga dan kepala Dusun. Kemudian peristiwa ini dilaporkan kepada pihak kepolisian.

“Saya lihat kayaknya baru dua harian, rambutnya juga kayak rambut bayi, belum bau busuk. Bayinya dengan kulit putih,” jelas Sri Murdiati.

Pas ditemukan ada sampah di dekat bayi itu. “Ari-ari  masih ada dan tersangkut di paralon. Terus bayi diangkat oleh pak kamituwo (kadus) pake karung karena tidak ada yang berani,” ucap Sri Murdiati.

Kudnadi Saputro